--- In [email protected], Benslamet Besatu
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>     SAYA ADALAH MAHADEWA
>   
> 
>   Diarani sombong yo wis ben! - dibilang orang sombong ya sudah,
biar aja!
>   Sebab kenyataannya setiap hari saya ini memang menginjak-injak
Dewa Bumi, meludahinya, bah
>   kan mengencinginya. Suatu kali saya gali untuk saya buat pondasi
rumah, dan suatu kali saya bor untuk menolong dan menyelamatkan Dewa
Air dan Dewa Minyak yang tertimbun di dalam Dewa Bumi. 
>   Sementara itu Dewa Air setiap hari saya pakai untuk mandi, mencuci
piring dan pakaian saya yang kotor. Sedangkan Dewa Minyak saya
makankan ke Dewa Api. Dewa Api sendiri selalu saya kantongi, saya beli
seharga Rp. 2.000,- untuk keperluan saya merokok. Kalau saya butuh
Dewa Api, maka saya akan menciptakannya: “Bimsalabim!” maka si
Dewa Api itupun hidup. Tapi kalau sudah nggak butuh, maka saya tiup
dengan mulut saya yang baunya busuk sekali ini.
>   Dewa Matahari saya atasi dengan payung, saya suruh melototi
pakaian saya yang habis dicuci, melototi ikan asin dan kerupuk, supaya
kering. Bahkan kalau saya mendatangkan Dewa Hujan, maka Dewa Matahari
saya singkirkan jauh-jauh sampai nggak kelihatan batang hidungnya lagi.
>   Sementara itu Dewa Hujan saya atasi dengan bersih-bersih selokan
agar nggak bikin onar â€" keban
>   jiran. Saya atasi dengan Jas hujan, saya suruh menyirami
sawah-ladang saya agar saya cepat kaya, lalu kalau sudah nggak butuh,
saya adukan dia dengan Dewa Matahari lagi.
>   Bagaimana dengan kegalakan Dewa Petir? Masalah yang gampang
sekali! Saya bikin “arde” dari besi yang diruncingkan, saya
tempatkan diketinggian rumah saya, lalu saya kasih kabel yang dita-
namkan ke tanah yang lembab. Maka ketika Dewa Petir itu muncul, dia
akan segera dilalap oleh Dewa Bumi. Aman, sudah!
>   Bagaimana dengan Dewa Laut? Apanya yang ditakuti, wong setiap hari
jutaan kapal melewatinya dan nggak terjadi apa-apa?! Lagi pula 'kan
sudah dibuatkan batasan pantai? Lalu kalau ngamuk dengan gelombang
Tsunaminya? Akh, itu gampang sekali! Kita bisa lari ke Dewa Gunung.
Kalau Dewa Gunung ngamuk? Kita minum aja “Kuku Bima Energi” - yang
katanya Mbah Marijan: “Roso!”
>   Tapi, bagaimana kalau Dewa Bumi ngamuk [gempa bumi]? Saya akan
bikin pondasi rumah yang dengan model “cakar ayam.” Kalau Dewa Api
ngamuk? Saya teleponkan mobil Pemadam Kebakar
>   an!
>   Nah, coba Dewa apa lagi yang kira-kira belum bisa saya taklukkan?!
Karena itu AKU ADALAH MAHADEWA! Jika ada di antara anda yang “hari
gini” masih menyembah Dewa, sekaranglah saatnya anda untuk pindah
menyembah saya.
> 
>        
> ---------------------------------
>   Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
>  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br>Cepat sebelum diambil orang lain!
>
agama di perdebatkan..?? wkwkwkwkwkwk........
apalagi kristen agama buatan manusia..wkwkwkwk gimana saya bisa
percaya...??


------------------------------------

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke