Memaafkan Itu Menyehatkan

By: agussyafii

'Balaslah perbuatan mereka setimpal dengan apa yang mereka perbuat kepadamu. 
Namun jika engkau lebih memilih menahan diri itu lebih baik.' (QS. An-nahl : 
125). Penjelasan diatas bahwa obat terbaik untuk  menyembuhkan sakit hati  
adalah tidak membalas sakit hati dengan menyakiti melainkan dengan menahan diri 
kemudian memaafkan. Lantas bagaimana caranya? 

Pertama, sadarilah bahwa menyakiti orang lain adalah sebuah kesalahan. Membalas 
sakit hati dengan menyakiti berarti kita lebih buruk daripada mereka maka lebih 
baik menahan diri kemudian memaafkan. Kedua, Setelah kita mampu menahan diri 
dan ini yang paling tidak mudah adalah menyayangi  orang yang menyakiti kita 
sebagai sesama hamba Allah. 

Kapan saat yang tepat kita memaafkan? Disaat kita merasakan sakit hati maka 
disaat itu pula, maafkanlah!. Maaf diperlukan untuk mengobati luka hati yang 
kita derita begitu teramat dalam, dan berkepanjangan, tak terlupakan.  Sebab 
jika tidak memaafkan luka itu justru akan semakin mendalam dan membusuk di hati 
kita. Maka memaafkan berarti menyembuhkan dan memulihkan luka dihati. Jadilah 
pemaaf sebab kebaikan maaf ternyata berpulang pada diri kita sendiri, orang 
yang pemaaf adalah orang yang hidup sehat dan bahagia, sebab memaafkan hanya 
akan dilakukan oleh orang yang memiliki hati yang berlimpah kebahagiaan.

Wassalam,
agussyafii
--
Yuk hadir pada kegiatan 'Amalia Nan Fitri' (MANAF), di Rumah Amalia, Jl. 
Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 10 
Oktober 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.
 




      

Kirim email ke