Cinta Yang Memupus Kebencian

By: agussyafii

Ada seorang ibu yang memiliki tiga anak. Sewaktu saya on air di Radio Bahana 
101.8 FM Jakarta beliau SMS bahwa sudah menunggu di Rumah Amalia. Beliau 
mengidap insomnia. Sudah lebih dari lima tahun mengalami ketergantungan pada 
obat tidur. Makin lama dosis yang beliau gunakan semakin tinggi. Sampai 
mengalami halusinasi. Setelah dari perbincangan saya mengetahui beliau sedang 
dirundung masalah dalam keluarga. Suaminya telah berhubungan dengan perempuan 
lain. 

Awalnya setiap pulang kerja selalu malam hari, tidak seperti biasa. Baginya 
selama dinafkahi lahir batin, sudah cukup disyukurinya. Ketika beliau bertanya 
kepada suaminya, sang suami tidak mengakuinya bahkan bila ditanya malah marah. 
Pernah sampai melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Namun semua itu 
ditahannya karena beliau yakin peristiwa apapun selalu ada hikmahnya. 'Mungkin 
orang bilang bila suami tidak betah dirumah, istrilah yang salah karena tidak 
bisa mengurus dengan baik,' ucapnya penuh isak dan tangis. 

Saya bertanya kepada beliau apakah selama ini beliau bersama suami dan 
anak-anak senantiasa melaksanakan sholat lima waktu dengan baik? Beliau hanya 
menggeleng kepala. Saya menyarankan kepada beliau agar lebih mendekatkan diri 
kepada Allah dengan menunaikan sholat lima waktu. 'Mengadulah dan memohonlah 
pertolongan kepada Allah.' Malam itu saya mengajaknya berdoa bersama anak-anak 
Amalia, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar berkenan memberikan 
keberkahan kepada keluarga beliau. Malam itu terasa indah. Doa kami terasa 
hening, menyentuh hati yang sedang terluka.

Beberapa kali beliau berkenan hadir dan berdoa bersama anak-anak Amalia, beliau 
mengatakan, ' Saya baru menyadari, suami saya melakukan itu semua karena dia 
tidak mendapatkan kasih sayang Allah. Peristiwa perselingkuhan suami ini malah 
membuat saya mengerti betapa besarnya cinta Allah kepada keluarga kami agar 
kami sekeluarga kembali kepadaNya.' Wajah ibu itu terlihat bahagia karena kami 
semua di Rumah Amalia turut mendoakan untuk kebahagiaan beliau dan keluarganya. 
Dengan doa bersama, Cinta Allah hadir di dalam hati beliau, memupus kebencian 
kepada suami. Kabar terakhir, suaminya berjanji tidak lagi berselingkuh dan 
menyesali perbuatannya karena kondisi suaminya tengah terbaring sakit di Rumah 
Sakit. 

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan 
dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).

Wassalam,
agussyafii
--
Yuk hadir pada kegiatan 'Amalia Nan Fitri' (MANAF), di Rumah Amalia, Jl. 
Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 10 
Oktober 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431. 


Kirim email ke