Cara Mengatasi Kesepian Dan Tekanan Kejiwaan

By: agussyafii

Sesudah kehilangan sesuatu yang kita cintai, hidup kita biasanya berubah. 
Kebiasaan hidup yang awalnya bersama dengan seseorang tiba-tiba harus berubah 
karena kepergiannya. Dapat dimaklumi adanya perubahan ini namun hendaknya tidak 
terlalu drastis dan mendadak.  Seperti, biasanya orang yang periang, ramah dan 
mudah bergaul, tiba-tiba menjadi pemurung, penyendiri, pendiam dan tidak mau 
ketemu dengan siapapun setelah kehilangan orang yang dicintai atau perginya 
pasangan hidup kita. Bila hal terjadi waktu sementara dan kembali berangsur 
kembali tentunya dapat dimaklumi. Namun bila berlangsung bertahun-tahun tetap 
mengurung diri di kamar tentunya bisa berakibat mengalami tekanan kejiwaan.

Terlebih dulu kita harus mengenali sebab-sebab kesepian dan tekanan kejiwaan 
serta mencari cara yang tepat untuk mengatasinya. 

1. Harapan Orang Disekeliling Kita. Kita malu dan kecewa disebabkan kenyataan 
hidup kita tidak sesuai dengan harapan keluarga, termasuk orang tua, saudara 
dam juga harapan teman-teman kita sehingga tidak dapat membanggakan diri 
dihadapan mereka. Kita bisa memahami dan memaklumi apa yang menjadi harapan 
mereka, tentunya kita juga tidak dapat menyenangkan hati semua orang. Anda 
sudah sampai pada satu kondisi harus menghadapi dan mengatasinya. Sebaiknya 
mampu melepaskan diri dari pendapat dan harapan orang lain, berusaha untuk 
bangkit dan tetap tegak dalam menjalani hidup ini.

2. Keuangan dan Aktifitas. Bila kondisi perpisahan dan kehilangan maka terjadi 
perubahan keuangan keluarga, terlebih jika sumber pendapatan adalah orang yang 
meninggalkan kita. Kesulitan keuangan tidak pernah terpikirkan dan tidak 
mempersiapkan diri sama sekali, tentunya hal ini membuat kita menjadi tertekan 
dan teramat menderita. Kesulitan ini haruslah diatasi dengan aktifitas yang 
bisa menambah penghasilan agar tetap bertahan hidup. Kondisi seperti ini bisa 
jadi sangatlah menguntungkan karena membuat kita menjadi lebih mandiri. 

3. Perasaan Bersalah. Mungkin saja anda merasa bersalah atas terjadi 
meninggalnya atau perpisahan orang yang anda cintai. 'Ah, seandainya aku tidak 
berbuat itu, mungkin saja dia masih hidup.' 'Andaikan aku tak terburu-buru 
untuk bercerai, tentunya akan menjadi lain.' 'Andaikan saja aku tidak 
kehilangan, hidupku akan bahagia.' Berpikir seandainya tentu saja tidak akan 
memecahkan persoalan dan rasa bersalah yang menghantui kita tidak akan 
mengurangi rasa kesepian dan tekanan kejiwaan yang kita derita., juga tidak 
akan mengembalikan apa yang telah hilang bahkan menambah derita. Apapun yang 
terjadi, tidak perlu anda begitu tertekan dan terus menyesali apa yang telah 
terjadi karena memang tidak membawa perbaikan. 

Menerima kehidupan, apapun yang telah terjadi sebagai sebuah ketetapan Allah 
adalah cara yang paling mudah agar kita mengatasi rasa kesepian dan tekanan 
kejiwaan. Berdoa mengajukan permohonan-permohonan positif kepada Allah dan 
penyerahan diri secara total kepadaNya mengurangi tekanan kejiwaan yang kita 
alami sekaligus menghilangkan rasa kesepian. Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak 
akan membiarkan anda berjalan dalam kesendirian dan kesepian. 

'Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah 
bahwasanya Aku adalah dekat. AKu mengabulkan permohonan orang yang berdoa 
apabila ia berdoa kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala 
perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu dalam 
kebenaran.' (QS. al-Baqarah : 186).

Wassalam,
agussyafii
--
Yuk hadir pada kegiatan 'Amalia Nan Fitri' (MANAF), di Rumah Amalia, Jl. 
Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 10 
Oktober 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.




      

Kirim email ke