Ketika Ajal Menjemput Kita

By: agussyafii

Malam dingin udara terasa menusuk. Air mata menetes, mengalir begitu saja. 
Mengingat kematian bisa hadir kapan saja. Bahkan bila Allah menakdirkan detik 
ini kita meninggal dunia, maka detik inipun kita meninggal dan kita tidak dapat 
menolaknya.  Kita tidak bisa berbuat apapun, sekalipun kita berlari keujung 
dunia, kematian tetap menjemput kita.

Rumah tiba-tiba penuh dengan tangisan. Anak-anak kita menangis. Pasangan hidup 
kita menangis. Orang tua kita menangis. Teman kantor, kerabat, tetangga, mereka 
semua menangis. Kita hanya bisa membisu, jasad kita dimandikan, dikafani, 
kemudian disholatkan. Selesai sholat tubuh kita dimasukkan keranda. Diangkat 
dan digotong keliang lahat. Diringi isak tangis orang-orang yang kita kasihi.

Tubuh kita diturunkan diliang lahat seukuran tubuh kita. Dimiringkan ke arah 
kiblat.  Ditutup dengan papan. Tinggallah diri kita dalam kegelapan, sendirian 
dan kesepian.  Tiada seorangpun yang mau menemani diri kita. Bahkan orang 
paling mencintai kita sekalipun pergi meninggalkan kita. Hanyalah amal kebaikan 
kita selama hidup didunia yang menemani kita. Amal kebaikan itulah yang menjadi 
bekal kita. 

'Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai dikerongkongan dan dikatakan 
kepadaNya. 'Siapakah yang dapat menyembuhkanmu?' dan dia yakin  bahwa 
sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia telah tiba dan tautan betis 
kiri dan betis kanan. kepada Tuhanmu-lah pada hari itu kamu dihalau.' (QS. 
al-Qiyamaah : 26-30).

Sudahkah kita siap bila detik ini ajal tiba?

Wassalam,
agussyafii
----
Yuk hadir pada kegiatan 'Amalia Nan Fitri' (MANAF), di Rumah Amalia, Jl. 
Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 10 
Oktober 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.







      

Kirim email ke