Perih Itu Akhirnya Bahagia

By: M. Agus Syafii

Pengakuan seorang laki-laki yang terpaksa bercerai dari istrinya, kerepotan 
mengurus anak yang masih balita dan kesibukan mencari nafkah membuat hidupnya 
menjadi tidak terurus dan terbengkalai. Rasa bersalah dan kesepian serta 
kekacauan hidupnya setelah kehilangan, membuat ia melupakan harga dirinya, 
berkali-kali ia memohon kepada istri dan anaknya untuk kembali namun semua 
sudah tidak sanggup lagi bisa disatukan. Janji dan niat baik untuk memperbaiki 
diri tidak dapat dilaksanakan, apa lagi keadaan lebih parah dari sebelumnya. 
Akhirnya mereka berpisah dan hidupnya menjadi hancur, hatinya perih terluka. 
Airmata mengalir begitu saja karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ia bersama kakaknya hadir ke Rumah Amalia. Kami berdoa bersama dan lebih 
mendekatkan diri kepada Allah. Sejak itu ia mendapat ketenangan dan hidupnya 
menjadi lebih teratur karena merasakan bahwa perih luka dihatinya adalah wujud 
kasih sayang Allah kepada dirinya. Perjalanan hidup terus berlanjut sampai 
mengenal seorang gadis yang kemudian menjadi istri dan ibu dari sang buah 
hatinya. Ia menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga yang kedua karena 
pengalaman masa lalu telah membuatnya lebih dewasa dan bijak setiap menghadapi 
masalah dan perbedaan. Istrinya juga merawat dan menyayangi anak tirinya 
sebagaimana anaknya sendiri, keduanya saling mencintai dan saling mengerti dan 
menerima apa adanya.

Kenangan atas mantan istrinya terkadang masih menyisakan rasa perih dihati 
namun sama sekali tidak mengganggu dirinya dan keluarganya. Mantan istrinya 
masih sering datang meminta bantuan bagi anaknya yang ikut dengan dia. Istrinya 
sama sekali tidak marah ataupun cemburu bahkan malah menganjurkan agar 
memberikan sebagian rizkinya untuk diberikan kepada mantan istri & anaknya. 
Hubungan istri dan mantan istrinya juga anak2nya sangat baik, ketika diantara 
mereka ada yang sakit, mereka saling menjaga dan merawat. Mereka sudah menjadi 
seperti satu keluarga dengan kasih sayang yang berlimpah.

'Alhamdulillah. terima kasih Ya Allah atas karuniaMu kepada kami dan keluarga 
kami,' tuturnya malam itu di Rumah Amalia. Kehidupannya menjadi indah karena 
kebencian telah berubah menjadi saling mengasihi. Perih itu akhirnya bahagia.

--
'Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya pasti Kami 
akan memberikan tempat yang indah kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya 
pahala di akhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahui, yaitu orang-orang 
yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal.' (QS. an-Nahl : 
41-42).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, ikutan menjadi Sahabat Amalia dengan berbagi kebahagiaan, silahkan hadir 
di kegiatan 'Sahabat Amalia' Ahad, 23 Januari 2011, di Rumah Amalia. Jl. 
Subagyo IV Blok ii, no.24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang. Dukungan & 
partisipasi anda sangat berarti bagi kami.  [email protected] atau SMS 087 
8777 12 431,http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/




      

Kirim email ke