Air Mata Untuk Ayah

By: M. Agus Syafii

Setiap anak selalu merasakan kasih sayang seorang ayah dan ayah selalu memiliki 
cara bagaimana mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya. Ada salah seorang anak 
Amalia menuturkan bagaimana kasih sayang ayahnya sampai membuat saya meneteskan 
air mata membaca tulisannya merasakan kepedihan hatinya. 

'Sewaktu aku masih kecil sekolah taman kanak-kanak, ayah sangat memanjakanku 
dengan memberi perhatian lebih. Mengantar dan menjemput sekolah dengan sepeda, 
membelikan aku es krim, uang jajan yang lebih. Kemudian aku SD, ayah nggak lagi 
mengantar dan menjemput aku sekolah, aku berjalan kaki setiap hari dipanas yang 
terik dan kalo hujan turun aku basah kuyup, ayah tidak peduli padaku, aku marah 
padamu ayah! aku menangis, ayah hanya diam, duduk membisu. Ayah tidak 
menyayangku lagi. Apa salahku ayah?'

Sampai disiang hari aku disekolah, datang ibu mejemputku pulang, memberitahukan 
bahwa ayah sedang sakit keras. Ibu menangis disepanjang jalan, aku juga ikut 
menangis begitu melihat ayah yang terbaring lemah dan aku baru mengerti ayah 
sangat menyayangiku, aku mengerti kenapa ayah selalu menyuruhku pulang sendiri 
karena ayah ingin aku menjadi kuat terkena terik panas dan hujan, ayah ingin 
agar aku tabah sekalipun ayah tidak ada disampingku tapi aku terus menangis 
setiap kali teringat ayah. Siapa yang menghapus airmataku ayah?  Aku rindu 
ayah..air mata ini untuk ayah.

Wassalam,
M. Agus Syafii
-
Yuk, ikutan menjadi Sahabat Amalia dengan berbagi kebahagiaan, silahkan hadir 
di kegiatan 'Sahabat Amalia' Ahad, 23 Januari 2011, di Rumah Amalia. Jl. 
Subagyo IV Blok ii, no.24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang. Dukungan & 
partisipasi anda sangat berarti bagi kami.  [email protected] atau SMS 087 
8777 12 431,http://www.twitter.com/agussyafii, http://agussyafii.blogspot.com/






      

Kirim email ke