Hati Yang Resah

By: M. Agus Syafii

Pernah ada seorang suami ditengah pernikahannya yang ke sepuluh tahun rumah 
tangganya membuat hatinya resah. Dalam penuturannya di Rumah Amalia keluarganya 
dibangun dengan penuh kasih sayang dengan memiliki tiga anak.  Dirinya dan sang 
istri sama-sama bekerja, dengan menempati posisi yang lumayan dalam pekerjaan. 
di awal tahun pernikahan hampir tidak menemui kesulitan yang berarti, bisa 
dikatakan cukup harmonis dalam pernikahannya. Anak-anaknya tumbuh sehat dan 
cerdas.  Selama ini walaupun sama-sama sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah 
tangga bisa diselesaikan bersama. Tetapi akhir-akhir ini, dirinya merasakan 
istrinya seperti sulit diajak komunikasi. Entah mengapa yang dirasakannya 
semakin jauh. Jauh dalam pengertian hati mereka seperti sudah tidak menyatu 
lagi. Padahal sebelumnya mereka seperti selalu tahu isi hati masing-masing. 

Dirinya tidak pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi, istrinyapun juga 
merasa demikian karena pernah mengatakan, 'sebenarnya ada apa ya dengan kita? 
Kok kita nggak bisa lagi ngobrol enak kayak dulu?' pernah dia mengajak istrinya 
ngomongin masalah ini tapi malah bertengkar, seolah tidak mengerti mengajak 
istri bagaimana memperbaiki komunikasi yang sekarang sedang renggang. Hal-hal 
kecilpun sekarang telah membuatnya bertengkar. 'Mas Agus Syafii, bagaimana saya 
harus menyikapinya? Apa yang harus saya perbuat?' Sore itu di Rumah Amalia. 
anak-anak terlihat sedang asyik membaca buku. Sementara yang lainnya sedang 
asyik melantunkan ayat suci al-Quran. Kemudian saya menjelaskan kepadanya bahwa 
keutuhan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Perkawinan adalah bersatunya dua 
hati yang memiliki karakter yang berbeda. Belum lagi jika pasangan suami istri 
sama-sama berkarier sehingga waktu berkomunikasi dan berduaan menjadi sangat 
terbatas, yang terkadang memicu
 timbulnya masalah. Bisa jadi sama-sama sukses di karier, berpenghasilan 
tinggi, memiliki kedudukan penting di kantor namun nyaris tiada hari tanpa 
keributan.  

Seringkali masalah sepele memicu pertengkaran. Setiap pertengkaran tentunya ada 
hikmah yang bisa diambil. pertengkaran dapat menimbulkan keakraban  karena bisa 
lebih mengenal pasangan. Segera setelah pertengkaran anda harus membukakan 
pintu supaya anda dapat berjalan melaluinya untuk mengetahui apa yang dirasakan 
& dibutuhkan pasangan. Daripada diam, sampaikan dengan penuh kasih sayang, 
'Senang juga bertengkar karena akan membuat kita berdua mengetahui lebih banyak 
satu sama lain dan lebih mengasihi satu dengan yang lain.'  Sabar dan sholat 
sebagai sebuah solusi untuk menghadapi pertengkaran di dalam rumah tangga. 
Pertengkaran justru malah meningkatkan kualitas di dalam rumah tangga sekaligus 
meningkatkan kualitas pribadi untuk bisa menyelesaikan masalah dengan baik. 
Setiap masalah didalam kehidupan adalah bentuk ujian dan cobaan yang datangnnya 
dari Allah, selain dengan berusaha sekaligus lebih mendekatkan diri kepada 
Allah membuat kehidupan 
 keluarga menjadi terasa indah. 'Hai orang-orang yang beriman, mintalah 
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar & sholat, sesungguhnya Allah bersama 
orang-orang yang sabar.' (QS. al-Baqarah : 153). 

Wassalam,
M. Agus Syafii
-
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. 
Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, 
Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, 
baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/




      

Kirim email ke