Kebahagiaan Dalam Keluarga

By:  M. Agus Syafii

Setiap orang selalu berharap ada kebahagiaan dalam keluarga. Kebahagiaan dalam 
keluarga tentunya harus juga diikuti dengan adanya kemandirian. Hal itulah 
sebagaimana yang dialami seorang bapak dalam perkawinannya selama empat tahun 
dengan memiliki dua orang putra bersama istrinya tinggal di rumah mertua karena 
kebetulan rumah orang tua istri cukup dekat dengan kantor tempatnya bekerja. 
Selama tinggal bersama mertua, kehidupan keluarganya baik-baik saja. Mertua 
yang baik dan dirinya cukup betah tinggal bersama mertua. Apalagi rumah sering 
kosong karena ibu dan bapak mertua memiliki usaha di luar kota, hanya pulang 
seminggu sekali. Mereka juga sering menjenguk anak-anaknya yang lain dan 
menginap beberapa hari di rumah anak-anaknya. Beberapa bulan ini orang tuanya 
yang hanya tinggal berdua di rumah sangat berharap dirinya dan keluarganya 
untuk tinggal bersama dengan mereka karena sudah tua dan sering sakit-sakitan, 
terutama ibunda tercinta. Rumah orang
 tuanya cukup jauh dari kantor, dirinya sangat ingin sekali menemani dan 
menjaga kedua orang tuanya disisa hidup mereka.

Pernah dirinya membicarakan dengan istri tetapi istri tidak memberikan jawaban 
yang pasti dan ketika ditanya malah berakhir dengan pertengkaran. 'Mas Agus, 
bagaimana sebaiknya kami tinggal? rumah orang tua atau rumah mertua? Apa yang 
harus saya lakukan Mas Agus Syafii? Saya kemudian menjelaskan padanya bahwa 
permasalahan kemandirian adalah faktor utama di dalam sebuah keluarga. Apalagi 
anak-anak akan semakin tumbuh dewasa, tentu harus dipikirkan tempat tinggal 
yang kondusif agar anak tumbuh dengan baik. Saat ini dengan tinggal di rumah 
mertua dengan alasan dekat dengan kantor. Ternyata saat bersamaan orang tua 
juga sudah tua. sakit-sakitan dan membutuhkan 'teman' di usia yang telah 
lanjut. Sebagai anak yang berbakti tentu saja hal itu adalah perbuatan yang 
sangat mulia. Jadi, sebaiknya musyawarah dengan istri sangatlah penting. 
Kemudian mengkomunikasikan hal itu dengan baik pada mertua dan orang tua apapun 
keputusannya yang akan diambil bersama istri
 tetaplah memperhatikan mertua dan orang tua dengan cara yang mampu dilakukan, 
apakah mengunjungi, menelpon atau bersilaturahmi.  

Selanjutnya sebagai suami kemandirian dalam keluarga harus terbangun. Meski 
dengan mengontrak rumah. Jika diperhatikan dengan seksama selama tinggal di 
rumah mertua atau orang tua, ada kesan ketergantungan, Dalam jangka panjang hal 
ini sangatlah tidak baik namun bila hal itu dilakukan sementara waktu, tidaklah 
masalah. Mengapa? karena dalam jangka panjang akan menimbulkan ketidakmandirian 
dan kondisi rumah tangga menjadi tidak kondusif karena keterlibatan mertua atau 
orang tua dalam keputusan rumah tangganya secara langsung atau tidak langsung 
akan terlibat dan itu menjadi tidak sehat dalam berumah tangga. Keputusan 
apapun tentunya didasarkan pada rencana yang sudah matang, baik jangka panjang 
maupun jangka pendek namun sebagai ayah dan sebagai suami harus tetap 
memikirkan dan tempat tinggal yang mandiri untuk keluarga. 

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. 
Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, 
Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, 
baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/




      

Kirim email ke