Menyejukkan Hati

By: M. Agus Syafii

Malam belum begitu larut. Seorang istri menunggu suaminya pulang kerja. 
Membantu sang buah hati mengerjakan PR. Terdengar suara motor. Pertanda 
suaminya telah pulang. Disambut dengan penuh suka cita. Berebut menyambut 
kedatangannya. Wajahnya terlihat letih dan lelah. Sepanjang hari pekerjaan 
menumpuk. bukan senyuman yang didapat. Suami itu membentak istrinya. Istrinya 
membalas dengan senyuman. mencium tangan suami tercinta. 'Ayah, sudah saya 
siapkan air hangatnya,' kata istrinya.

Suaminya bergegas mengambil handuk. Suaminya terheran. Bentakannya dibalas 
dengan senyuman. Setelah usai mandi dan sholat. Letih dan penat telah hilang. 
Suami menghampiri istrinya. Ditelinga membisikkan kata, 'Mah, maafin ayah 
ya..'  Suami istri itu saling berpandangan. Anaknya memeluk ibundanya dari 
belakang. Terdengar suara tertawa riuh. Air mata itu mengalir. Terasa damai 
dihati.

Ketika kita melakukan perbuatan baik tetapi dibalas dengan cacian, berarti kita 
telah memasuki gerbang maaf, ikhlas, cinta dan kasih sayang. Maka tersenyumlah 
sebab keikhlasan adalah anugerah yang terindah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala 
karena Allah menempatkan diri kita pada derajat sebagai kekasihNya. Kemampuan 
kita untuk menyejukkan hati membuat keluarga menjadi indah. 'Sesungguhnya Allah 
bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 
an-Nahl : 128).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. 
Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, 
Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, 
baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/




      

Kirim email ke