Dihempas Cobaan

By: M. Agus Syafii

Entahlah bagaimana rasanya bila hati yang bahagia tiba2 datang menghempas 
cobaan. Cobaan datang bertubi-tubi.Terasa perih, hatipun bertanya, Mengapa ini 
terjadi? Mengapa harus aku?  Itulah yang dialami seorang ibu, ketika dirinya 
mendapatkan tugas keluar kota dari kantor, suami dan anaknya ikut mengantarkan 
ke bandara dan melambaikan tangan kepadanya. Hal itu tidak pernah dilakukan, 
hatinya bertanya-tanya, entah kenapa suaminya melakukan hal itu, sampai 
pesawatnya berangkat. Sore harinya kakak memberitahukan suaminya mendapatkan 
serangan jantung dan dirawat di ICU di rumah sakit tak lama kemudian 
mendapatkan kabar bahwa suami tercinta telah berpulang kepada Allah. 

Cobaan itu cukup membuatnya lemah dan tak berdaya, orang yang mendampingi 
hidupnya puluhan tahun meninggalkan dirinya dan anak-anaknya tanpa ada pesan 
apapun. Ditengah kegalauan hati, sampai suatu pagi kendaraannya mengalami 
kecelakaan, anaknya selamat namun dirinya harus terbaring di rumah sakit selama 
satu minggu. Air matanya habis terkuras, tidak lagi sanggup untuk berpikir 
bagaimana harus menjalani kehidupan bahkan tidak lama setelah bekerja kembali, 
perusahaannya bekerja akan ditutup dan dirinya kena PHK. Terasa lengkap sudah 
kemalangannya sampai menjerit kepada Allah dalam doa, 'Ya Allah, aku tidak 
sanggup lagi!'  Disaat dirinya benar-benar hancur dan habis. Kasih sayang Allah 
menghampiri dirinya, semua cobaan, musibah dan ujian yang dihadapinya telah 
membuat dirinya semakin dekat kepada Allah. Sholat fardhu yang dulu seringkali 
ditinggalkan, sekarang lebih giat dikerjakan. Bersama anak-anaknya senantiasa 
mengingatkan bahwa hanya Allahlah tempat
 untuk bergantung dan memohon pertolongan. Peristiwa yang telah dilalui oleh 
dirinya dan anak-anaknya telah menumbuhkan empati terhadap penderitaan orang 
lain.

Akhirnya beliau mendapatkan pekerjaan dengan fasilitas yang jauh lebih baik 
lagi. Bahkan kondisinya sekarang justru lebih dekat kepada Allah dan anak-anak 
lebih bisa mensyukuri hidup apapun yang Allah telah anugerahkan bagi 
keluarganya. 'Alhamdulillah, melalui Rumah Amalia perjalanan hidup yang penuh 
cobaan saya bisa merasakan kesejukan & melewati semua itu dengan lebih 
mendekatkan diri kepada Allah. saya bisa berbagi dengan orang yang pernah 
mengalami penderitaan seperti saya.' Tutur beliau sore itu, air matanya nampak 
mengalir, wajahnya terlihat penuh syukur kepada Allah.

'Tidak ada satupun musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. 
Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk 
kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatunya.' (QS. at-Taghaabun 
: 11).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Bersyukur' Ahad, 20 Maret 2011, di Rumah Amalia. 
Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, Novel, 
Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran, peralatan sekolah, 
baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/
 




      

Kirim email ke