Menyelamatkan Keluarga Dari Kehancuran

By: M. Agus Syafii

Ketika bahtera rumah tangga dihantam badai maka pada saat itu membutuhkan 
penyelamat bagi keluarganya dari kehancuran. Seorang ibu ditengah kebahagiaan 
bersama suami dan anak-anaknya, begitu terasa lengkap. Memiliki suami yang 
jujur, setia dan bertanggung jawab pada keluarga. Anak-anaknya sehat membuat 
suasana di rumah menjadi indah. Dalam banyak hal bisa dikerjakan bersama-sama, 
saling melengkapi, Sekalipun sebagai istri tidak mudah bergaul dan suami orang 
yang banyak teman, hal itu membuat kehidupan keluarga penuh warna.

Badai itu datang ketika dirinya melahirkan, yang membuatnya harus berhenti 
kerja dan suami turut membantu mengurus anak dan kegiatan rumah tangga. Hari 
demi hari dilalui dengan merasa hampa hubungan dengan suami. Beberapa kali 
dirinya mencoba untuk mengajak berbicara suami namun ditanggapi dengan sikap 
kesal. Komunikasi semakin sulit, membuat dirinya sering marah. Setiap kali ada 
masalah suami selalu menjawabnya dengan terserah. Bahkan semua urusan anak 
dikerjakan olehnya. Pernah suatu ketika ia mengingatkan suami agar lebih 
meluangkan waktu untuk anak-anaknya malah tidak dihiraukan, lebih memilih 
nonton TV. Seiring dengan waktu suami mulai sering menghabiskan waktu bersama 
teman-temannya, pulang hingga tengah malam. Badai berikutnya datang 
menghentaknya.  Sampai suatu hari ia mendengar kabar bahwa suaminya telah 
menikah lagi. Rasa kaget dan tidak percaya bercampur baur seolah menjadi satu. 
Tidak tahu apa yang harus dilakukan, bingung dan cemas. 

Dalam seminggu berat badannya turun drastis. tubuhnya terlihat kurus. Sebagai 
seorang istri, ia tetap ingin menjaga dan menyelamatkan keluarganya dari 
kehancuran.  Dirinya yakin bahwa sesungguhnya  untuk meraih keluarga sakinah 
mawaddah warahmah tidaklah mudah justru harus diuji dengan berbagai cobaan yang 
datang silih berganti, menyakitkan & keterlukaan yang membuat hatinya terasa 
perih. Allah melatih kesabarannya. Ia yakin hanya pertolongan Allahlan akan 
memberikan kekuatan yang besar sehingga sebesar apapun badai kehidupan itu 
datang menghantam maka dirinya akan sanggup berusaha menyelamatkan keluarga 
dari kehancuran. Akhirnya bersama salah satu temannya, beliau berkenan hadir di 
Rumah Amalia untuk bershodaqoh agar Allah berkenan menyelamatkan keluarganya 
dari kehancuran. Alhamdulillah, doa beliau didengar oleh Allah, keluarganya 
selamat dari kehancuran.

Beberapa hari kemudian, suaminya mengaku, tanpa berbelit-belit bahwa dirinya 
sudah menikah lagi dan istrinya tengah hamil, dengan polosnya mengatakan, dia 
mencintainya. Mendengar pengakuan sang suami benar-benar membuat hatinya hancur 
berkeping-keping. Namun pada saat bersamaan Allah memberikan dirinya kekuatan 
agar menyelamatkan keluarga dari kehancuran. Mulanya sang suami bermaksud untuk 
menceraikan tetapi itu ditolaknya. Sebagai seorang ibu dan seorang istri, 
dirinya memilih untuk tetap mempertahankan keutuhan keluarga. Bahkan ia yang 
merawat dan mengasuh anak suaminya dari perempuan yang telah dinikahinya itu. 
'Saya hanya berharap apa yang saya lakukan mendapatkan keridhaan Allah untuk 
keluarga kami. Sekaligus juga membantu suami agar lebih mendekatkan diri kepada 
Allah.' begitu tuturnya sore itu di Rumah Amalia, wajahnya terlihat bahagia 
dipenuhi dengan senyuman karena Allah telah menyelamatkan keluarganya dari 
kehancuran.

--
Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya pasti kami 
akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya 
pahala diakhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahui, yaitu orang-orang 
yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal. (QS. an-Nahl : 
41-42).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 
2011,  Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, peralatan 
sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 431

Kirim email ke