On 4/21/05, Paulus Tangke Allo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > berhubung sudah ada direct hydrocarbon indicator, > berarti ndak perlu geologist lagi yah? :) > > --pta
Menurut saya direct hydrocarbon indicator yg tepat ya hanyalah "formation sample" (SFT, RFT, MDT). Dari LFA-MDT (Live Fluid Analyzer) mungkin masih juga dianggap interpreted data , tentunya tingkat keyakinannya sedikit dibawah sampling. Tetapi mesti juga diingat, walopun sudah ada sample minyaknyapun, masih belum cukup dianggep 'economically proven'. Karena reservoir tersebut mesti (harus) mampu "mengalirkan" HC dengan kuantitas tertentu, untuk bisa dianggap layak dikembangkan. Seandainya saja ada reservoir yg walopun tanpa test flowrates (DST) sudah dapat disertifikasi reservesnya, maka emang ga perlu geologist. Masalahnya setiap resources yg akan di "book" sebagai reserves, mesti memiliki bukti kuat (strong evidence) bahwa reservoir yg disebutkan itu berisi minya dan "flowing on test". Jadi walopun disebut "direct hydrocarbon indication", selama masih dianggap sebagai "interpreted" data (without flowrates), maka geologist masih laku. RDP -- Education can't stop natural disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities --- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ ---------------------------------------------------------------------
