nice artikel..thanks bro...

Gampang-gampang susah nerapin safety riding. Yang penting sekarang
orang pada cari selamat sendiri. Miris. Udah tidak punya kepedulian
dengan peraturan. TIdak mengindahkan hak orang lain dan kepentingan
umum.
Ngerasa ga sih sekarang orang-orang sekarang naik motor gaya nya
seperti jagoan..didahuluin dikit sewot, diklaksonin melotot, di suruh
patuh ngebelot....

Untuk melihat ciri-ciri negara yang berkembang dan belum maju adalah
dengan melihat prilaku dan budaya berlalu lintas.
Semrawut = negara berkembang/belum maju
Tertib=negara maju

Alhasil, semua tergantung dari rakyatnya apakah tertib mematuhi aturan
atau tidak. Bagi yang sering melangar terlihat bahwa orang itu sering
semena-mena dan melanggar hak orang banyak.

rada OOT :
Contoh lagi, Sering lihat jalanan ditutup untuk kepentingan/kesenangan
pribadi seperti pernikahan, acara suatu kelompok dll. (no such a hurt
feeling yah bro-bro sekalian...sorry)
Efek dari jalanan ditutup adalah disuruh memutar yang pasti lebih jauh
plus jalanannya sempit akhirnya bikin macet parah. Akhirnya yang
disuruh mutar pada adu urat/otot karena berebut jalanan, sementara
sipenyebab kemacetan tsb enak-enakan menikmati pestanya.
Huh..menyebalkan...Bagaimana kalau ada orang sakit, melahirkan atau
ambulans lewat?
Hanya karena kepentingan pribadi, mengorbankan kepentingan orang
banyak. Sama aja dengan mental koruptor!!!


*Kampanye Menghormati Hak dan Kepentingan Orang Banyak*

On 12/23/08, bowie <[email protected]> wrote:
> 2008/12/23 [ andry ] <[email protected]>
>
>>
>> sumber :
>> http://alonrider.wordpress.com/2008/07/04/safety-yang-bukan-basa-basi/
>>
>> ================
>>  Safety yang Bukan Basa
>> Basi<http://alonrider.wordpress.com/2008/07/04/safety-yang-bukan-basa-basi/>
>>
>> [image: riding boncengan]
>>
>> Seorang rekan datang ke kantor dengan kaki pincang. Lututnya memar. Mata
>> kaki kirinya lebam dan tergores. Dedi, sang teman, itu, mengaku terpeleset
>> ketika menikung di pertigaan Jalan Antasari TB Simatupang, Jakarta
>> Selatan.
>> Sambil meringis memegangi kakinya, dia bergumam :
>>
>> *"Padahal saya kenal betul jalan itu, karena tiap hari lewat." *
>>
>> Menurut Jusri Pulubuhu, *training director* dan *founder* Jakarta
>> Defensive Driving Consulting
>> *(JDDC)<http://www.drivingsolution.com/main.php>
>> *, kelalaian adalah faktor penyebabnya. Secara psikologis seseorang akan
>> terbiasa dengan lingkungan berbahaya walaupun tingkat bahayanya tinggi
>> *(high
>> risk expossures)*. Jika selalu berintraksi sehari-hari dengan kondisi
>> tersebut, akan mengalami *imune* (kebal).
>>
>> Seperti yang dikatakan Jusri :
>>
>> *"Pada saat itulah tingkat kewaspadaannya akan menurun dan lengah."*
>>
>> Pada saat lengah, ujar penyandang *master instructor in on-off road
>> defensive and skill driving* for Schlumberger Group di North America,
>> Europe, Australia dan Asia, itu, segala kualitas kemampuan juga ikut
>> menurun, maka tidak heran kecelakaan pada kondisi ini terjadi. Jusri
>> menyebut :
>>
>> *"Solusinya, tanamkan dibenak untuk selalu waspada dan waspada."
>> *
>>
>> Rekan tadi mungkin sedikit lebih beruntung dibandingkan korban kecelakaan
>> lalu lintas yang tinggi di Indonesia. Data Kepolisian Republik Indonesia,
>> yang dikeluarkan Departemen Perhubungan, mengungkapkan rata-rata kematian
>> di
>> jalan raya mencapai 36 ribu orang per tahun dan 80 persen melibatkan
>> pengendara sepeda motor. Menurut Jusri, kesalahan utama pengendara adalah
>> salah mengantisipasi.
>>
>> Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri, Kombes Pol A.K Adjar Triyadi,
>> punya
>> ungkapan menarik soal sepeda motor. Ibaratnya, kata dia :
>>
>> *"Motor itu besi yang dibungkus daging (orang). Berbeda dengan mobil yang
>> dagingnya dibungkus besi."*
>>
>> [image: bebeker berhelm cetok]
>>
>> *Helm cetok, masih banyak pengendara yang menggunakan. Walau secara
>> kualitas dan perlindungan, sangat meragukan.
>> *
>>
>> Jusri yang kenyang pengalaman *safety riding* di luar negeri ini
>> menegaskan, seorang biker harian harus sadar apakah dirinya layak untuk
>> mengendarai mobil atau motor hari ini? Dan apakah kendaraan siap dan laik
>> jalan? Terakhir adalah selalu fokus dan waspada. Jusri menegaskan :
>>
>> *"Karena mengemudi adalah full time job. Kalau hanya sekedar iseng, atau
>> Anda sedang sakit jangan berkendara."*
>>
>>  *Killing Field Di Jalan Raya*
>>
>> Data *Asian Development Bank (ADB) <http://www.adb.org/>* yang dilansir
>> pada 2004 menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan di
>> Indonesia
>> mencapai 30 ribu jiwa per tahun, atau 82 orang per hari. Data juga
>> menyebutkan :
>>
>> *Total kerugian akibat kecealakaan tak kalah besar, Rp 41 triliun setahun,
>> setara 2,91 dari Gross Domestic Product (GDP). *
>>
>> Sementara data jumlah kecelakaan dari kepolisian pada 2007, tercatat
>> 16.548
>> kasus dengan kerugian materil mencapai Rp 103,29 miliar.
>>
>> [image: cityriding]
>>
>> Pantas jika Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa miris, karena jumlahnya jauh
>> lebih besar dari korban flu burung. Kalla mengatakan, seperti dikutip *
>> tempointeraktif <http://www.tempointeraktif.com/>,* dalam Peresmian Pekan
>> Nasional Keselamatan Jalan Raya, akhir April silam.
>>
>> *"Flu burung selalu menjadi perhatian besar di dunia, kita sering dimaki,
>> padahal korban flu burung cuma seratus orang per tahun." *
>>
>> **
>>
>> Menurut Kalla, kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat semakin
>> banyaknya
>> jumlah motor yang beredar di jalanan, ditambah mobilitas penduduk yang
>> tinggi dan jalan yang rusak. Saat ini, kata dia, ada sekitar 35 juta
>> sepeda
>> motor beredar per harinya.
>>
>> Kalla mengatakan :
>>
>> *"Ditambah dengan teknologi kecepatan sepeda motor yang dulu 50 kilometer
>> per jam, sekarang 100 kilometer per jam."*
>>
>> Teknologi yang semakin berkembang tersebut, tentu menuntut ketrampilan dan
>> perhatian ekstra bagi penggunanya. Untuk itu, Kalla menegaskan perlunya
>> harmonisasi dari semua pihak.
>>
>> [image: forwot touring 2]
>>
>> *Jusri Pulubuhu* <http://www.drivingsolution.com/main.php> menyebutkan,
>> jalan raya tak ubahnya *killing field*. Pemahaman tentang keselamatan,
>> kata dia, belum menyatu dengan individu. Peran *leader*, baik kepala
>> pemerintahan maupun pimpinan perusahaan sangat penting. Menurut Jusri :
>>
>>  *"Kepedulian soal safety jangan berhenti sebagai slogan. Itu harus
>> dilakukan secara konsisten, dari pimpinan tertinggi turun ke petinggi
>> dibawahnya."*
>>
>>  *Kepedulian Bersama*
>>
>> Sejumlah pabrikan sepeda motor dan pelaku industri lain pun turut prihatin
>> dengan tingginya angka kecelekaan sepeda motor. Salah satu produsen sepeda
>> motor yang konsisten dengan program *safety riding* (keselamatan
>> berkendara) adalah *PT Astra Honda Motor
>> (AHM)<http://www.astra-honda.com/>
>> * yang sejak 2002 mempelopori kampanye *safety riding* di Tanah Air.
>>
>> Menurut *Senior GM Technical Service Div./Safety Riding Center* AHM A.S.
>> Tedjosiswojo, sepeda motor memiliki kontribusi terhadap angka kecelakaan.
>> Dan AHM sebagai produsen memiliki tanggung jawab melalui program *safety
>> riding* yang menjadi tugas mulia dan berkontribusi terhadap keselamatan
>> berkendara.
>>
>> [image: ahmsafety]
>>
>> Begitu pula *Yamaha Motor Kencana Indonesia
>> (YMKI)<http://www.yamaha-motor.co.id/>
>> * yang sejak lama menggelar program Yamaha Safety Riding Science.
>> Dyonisius Beti, Wakil Presiden Direktur YMKI menjelaskan, program itu
>> merupakan bukti komitmen perusahaan terhadap keselamatan berkendara
>> pengguna
>> motor di Indonesia dan sejalan dengan gerakan *safety riding* yang
>> dikampanyekan dunia.
>>
>> [image: yamahasafety]
>>
>> Sedangkan *Shell Indonesia <http://www.shell.com/home/content/id-en> *juga
>> mempelopori kampanye keselamatan dengan serangkaian program yang mendidik.
>> Diantaranya
>> dengan meluncurkan kampanye *Child Safety* atau Keselamatan Anak-Anak yang
>> bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua dan anak-anak mengenai bahaya
>> yang mungkin terjadi di sebuah SPBU.
>>
>> Pada akhir Maret 2008 lalu, Shell menggelar kampanye keamanan berkendara
>> di
>> Blitz Megaplex, Jakarta. Sejumlah klub motor besar dan komunitas sepeda
>> motor meramaikan acara yang dibarengi nonton bareng MotoGP. Menurut Ria R
>> Christina, Brand & Communication Manager Shell Indonesia, acara itu untuk
>> meningkatkan kesadaran keamanan para pengendara motor Tanah Air.
>>
>> [image: shellsafety]
>>
>> Bintarto Agung, Ketua *Indonesia Defensive Driving Centre
>> (IDDC)<http://www.iddc.co.id/>
>> *, salah satu pembicara yang dihadirkan Shell, menyebutkan, persoalan
>> keselamatan dan keamanan bersepeda motor sangat tergantung kondisi mental
>> seorang biker. Bintarto mengatakan :
>>
>> *"Saya kira, dengan saling respect antar sesama pengguna jalan, mematuhi
>> peraturan lalulintas yang berlaku, akan mampu mengurangi kecelakaan di
>> jalan."*
>>
>> Akhir Mei lalu, Shell juga meluncurkan program *"Road Safety: Think
>> Safety, Act
>> Safely"<http://www.shell.com/home/content/id-en/news_and_library/press_releases/2008/press_release_road_safety_program_indonesian_280508.html>
>> * dengan melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Program
>> yang merupakan bagian dari investasi sosial/CSR Shell Indonesia ini
>> bertujuan memberikan kontribusi secara aktif terhadap keselamatan dan
>> keamanan berkendara di jalan.
>>
>> Klub roda dua yang sudah mapan, seperti *Honda Tiger Miling List
>> (HTML)<http://honda-tiger.or.id/>
>> *, Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ), *Yamaha MX Club Indonesia
>> (YMCI)<http://www.ymci.web.id/>
>> *, *Depok Tiger Club (Detic) <http://detic.honda-tiger.or.id/>*, *Yamaha
>> Vega Mailing List (YVML) <http://yamaha-vega.or.id/>*, *Suzuki 2 Wheels
>> Community (S2W) <http://www.suzuki-2wheels.or.id/main/index.php>*, dan
>> lain-lain melengkapi diri dengan aturan baku organisasi mengenai
>> keselamatan
>> berkendara. Pelan tapi pasti kesadaran untuk mengutamakan keselamatan di
>> jalan mulai menjadi kebiasaan. Walau baru sebagian kecil yang melakukan,
>> setidaknya ada yang peduli, dari pada tidak sama sekali.
>>
>> *Persiapan Riding*
>>
>> Naik motor itu mudah. Putar kunci kontak, starter, masukan gigi, gas,
>> dan…go! Namun apakah segampang itu riding? Setidaknya ada sejumlah aturan
>> mendasar yang wajib dipatuhi seorang biker yang bertanggung jawab. Kenapa
>> bertanggung jawab? Ya, sang *biker*, selama berkendara, harus mempunyai
>> tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan diri sendiri dan orang
>> lain
>> di sekitarnya.
>>
>> [image: ktmrider]
>>
>>  Langkah sederhana, namun ternyata sulit dilakukan bila tidak
>> dibiasakan:selalu memeriksa kondisi motor sebelum digunakan.
>>
>> Ini yang saya lakukan saban hari sebelum *menunggang* motor. Hal ini perlu
>> saya lakukan mengingat jarak tempuh yang cukup jauh sekali jalan menuju ke
>> tempat kerja: 42 kilometer.
>>
>> *Riding Gear :*
>>
>> *Helm fullface with balaclava.*
>>
>> [image: helmfullface]
>>
>> *Sepatu biker.*
>>
>> [image: sepatubiker]
>>
>> *Knee protector.*
>>
>> [image: kneeprotector]
>>
>> *Glove with protector.*
>>
>> [image: glove]
>>
>> *Full bodyprotector.*
>>
>> [image: fullbody]
>>
>> *Jaket.*
>>
>> [image: jaket]
>>
>> *Cek Motor :*
>>
>> *Head lamp harus nyala.*
>>
>> [image: lampudepan]
>>
>> *Lampu belakang dan rem menyala.*
>>
>> [image: lampubelakang]
>>
>> *Cek rem depan belakang.*
>>
>> [image: remdepan]
>>
>> *Sein kiri-kanan depan-belakang nyala.*
>>
>> [image: sein]
>>
>> *Cek tekanan angin dan kondisi ban.*
>>
>> [image: tekananangin]
>>
>> *Tegangan dan kondisi rantai.*
>>
>> [image: cekrantai]
>>
>> *Cek posisi spion.*
>>
>> [image: spionok]
>>
>> *Setelah OK, lakukan pemanasan / peregangan tubuh.*
>>
>> [image: pemanasan]
>>
>> Satu lagi yang sangat penting, yaitu sikap berkendara :
>>
>> *Mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Dan respect terhadap
>> pengguna jalan lainnya.*
>>
>> *Servis Rutin: Wajib!*
>>
>> Disamping cek harian, rutin servis di bengkel juga perlu dilakukan.
>> Biasanya setiap 1500 kilometer. Jarak tempuh sejauh itu saya capai dalam
>> waktu kurang dari sebulan. Servis rutin selalu dibarengi dengan
>> penggantian
>> oli. Pelumas standar pabrikan sudah mencukupi untuk digunakan di motor
>> standar.
>>
>> Lalu apakah tidak boleh menggunakan oli selain pelumas standar? Tentu
>> boleh
>> dan bisa dilakukan. Hanya saja, konsumen wajib mengetahui kualitas oli
>> pengganti tersebut. Cara paling mudah: beli pelumas bermerek yang populer,
>> semacam: Pertamina, Shell, Castrol, Repsol, Petronas, dan lain sebagainya.
>>
>> *Shell
>> Advance<http://www.rileks.com/ragam/?act=detail&artid=15082006101321>
>> * misalnya, yang dilengkapi DPA (*Dynamic Performance Additive*). DPA
>> merupakan teknologi pendukung yang terbukti dan dipercaya dapat membantu
>> mengatur oksidasi di dalam mesin yang membuat pelumas tetap *"young and
>> fit"* , sehingga para pengendara sepeda motor dapat merasakan daya respon
>> yang lebih dari sepeda motor mereka.
>>
>> [image: shell advance]
>>
>> Shell Advance juga mencegah penguraian didalam mesin, sehingga pelumas
>> terus bekerja sampai saat penggantian pelumas yang berikutnya. Selain itu
>> Shell Advance juga memiliki detergen khusus yang mendukung kebersihan
>> komponen dengan melepaskan kemudian meluruhkan partikel karbon hitam yang
>> membandel secara aman. Kelebihan-kelebihan tersebut dapat membantu
>> meningkatkan kinerja mesin motor sehingga menjadi lebih prima.
>>
>> Keunggulan dari performa dan teknologi yang dimiliki Shell Advance telah
>> diuji di ajang balap internasional oleh Ducati. Shell Advance telah
>> berhasil
>> meraih kepercayaan dari tim Ducati pada ajang MotoGP dan Superbike.
>>
>> Terus oli apa yang saya gunakan? Sampai hari ini saya masih setia dengan
>> oli pabrikan: Yamalube 4T. Selain harganya terjangkau, juga ada edisi
>> khusus
>> kemasan Yamalube Goes To MotoGP: Valentino Rossi sedang
>> *ngepot*ditikungan.
>>
>> [image: yamalubemotogp]
>> ================
>>
>> --
>> - B 6193 KPL - KHCC 011 - HCST 015 -
>> Wear a helmet! Even if you don't care about yourself, I'll bet someone
>> does
>> !
>> http://www.jalanraya.net/
>> http://www.tokohelm.com/
>> http://adventuride-indonesia.com/
>> http://www.andryberlianto.co.cc/
>> ----------------------------------------------
>>
>> >
>>
>
>
> --
> IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
> bowie
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke