ke kantong ane kang...hehehhehe.....
 Rizky
Training & Development Team
FTM & Media Channel
KPPTI PB Lt.2
Phone : 0856 888 0301 / 021 689 72 689
Email : [email protected] 




________________________________
From: bowie <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: forbas <[email protected]>
Sent: Wednesday, January 28, 2009 1:44:21 PM
Subject: [ForBas] Re: [InBike] Umpatan-umpatan di Jalan Raya Jakarta


alasan klise dari pak wagub...
padahal sudah lama Jakarta jalanannya byk yg tidak di aspal baru...
kemana aja yahh uang pajak kita ..hiksss....


 
2009/1/28 [ andry ] <[email protected]>

jreng .. jreng ...  


SIKAT HABIS DARI SINI 
================
Umpatan-umpatan di Jalan Raya Jakarta
/
Artikel Terkait: 
        * Jalan di Jakarta Utara Rusak Paling Parah
        * Jalan Rusak Mencapai 30 Persen
        * Waspada Jalan Rusak dan Berlubang
        * Kerusakan Jalan Meluas, Picu Kecelakaan
        * Jalan Rusak Mulai Merenggut Nyawa
MINGGU, 25 JANUARI 2009 | 07:22 WIB
 
Tinggal (35), warga RT 17 Blok A, Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, bersama 
sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke sebuah kolam lumpur di depan SPBU 
Plumpang, Jalan Yos Sudarso, Kamis (22/1) siang. Meski tidak sampai terbuang 
atau terluka, dia mengumpat pengendara mobil yang membuatnya hampir terjungkal.
Dia berusaha menegakkan kembali sepeda motornya yang nyaris rebah. Beruntung 
saat itu tidak banyak kendaraan melintas. "Kalau ramai seperti waktu pagi dan 
sore, saya mungkin sudah ditabrak. Jalan rusak malah dibiarkan bertambah 
hancur. Belum ada juga tanda-tanda akan diperbaiki," kata dia. Seorang pejalan 
kaki, Zamal (40), datang menolong. Pria penganggur itu membantu menepikan 
sepeda motor milik Tinggal.
"Kejadian ini yang kedua kali saya alami. Pada bulan Desember 2008 saya nyaris 
terperosok lubang di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading. Saya sampai sekarang 
tidak habis pikir, mengapa pemerintah lamban memperbaiki jalan rusak ini," kata 
Tinggal yang dibenarkan Zamal.
Ketika Kompas melintasi kawasan Plumpang siang itu, lumpur juga mengotori 
celana panjang Slamet (39), anggota satpam yang sehari-hari berjaga di 
Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jalan Yos Sudarso. Lumpur itu juga 
mengenai telapak kaki hingga lututnya saat ia terperosok di lubang jalan.
Slamet (39) menuturkan, dalam seminggu ada 3-4 pengendara sepeda motor 
terperosok lubang. Ada lebih dari lima angkutan kota dan truk patah as atau 
mogok di jalan rusak.
Jika ada warga yang saban hari melintasi beberapa ruas jalan utama di Jakarta, 
ia dengan mudah menyaksikan kerusakan badan jalan. Hingga kini, sebagian jalan 
itu memang sudah diperbaiki, tetapi sebagian lain masih rusak, seperti Yos 
Sudarso, Boulevard Barat, Ahmad Yani, DI Panjaitan, MT Haryono, dan Perintis 
Kemerdekaan. Pada musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan atau penuh kolam 
kecil. Di jalan rusak itu sering terdengar umpatan pengguna jalan yang kesal 
terhadap keadaan jalan.
Kondisi terparah saat ini terlihat di ruas Jalan Yos Sudarso dan Boulevard 
Barat. Ruas Jalan Yos Sudarso antara halte GRJU, seberang kantor Wali Kota 
Jakarta Utara, hingga Cempaka Putih, atau sejauh hampir 2 kilometer, dipenuhi 
lubang kecil dan besar, lebar dan dalam yang pada saat hujan berubah menjadi 
kolam-kolam kecil. Begitu juga di Jalan Boulevard Barat depan Mall of Indonesia 
(MOI).
Selain tidak nyaman dilalui, jalan rusak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. 
"Pemerintah harus bertanggung jawab dengan sungguh-sungguh melayani 
masyarakatnya. Segera perbaiki jalan rusak, yang semakin sulit dilalui itu," 
kata Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif 
Jakarta Sugiyanto.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto ketika ditanya wartawan seusai pelantikan 
Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono pada Kamis siang juga mengaku 
prihatin. Seharusnya jalan rusak diperbaiki karena mengancam keselamatan 
pelintas.
Dia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui anggaran perbaikan jalan di DKI 
Jakarta pada tahun 2008 hanya Rp 60 miliar. Dana itu dinilainya sangat kecil 
mengingat Jakarta merupakan etalase nasional.
Prijanto menyatakan, perbaikan berupa penambalan jalan yang rusak selama ini 
sering tidak tahan lama akibat keterbatasan dana dalam hal peningkatan mutu 
jalan. Bagaimana mungkin dapat meningkatkan kualitas jalan jika anggaran 
terbatas. "Kita berharap tahun ini lebih baik," kata dia.
Kata Prijanto, upaya penambalan jalan rusak secara darurat terus dilakukan. 
Perbaikan permanen dengan lapisan aspal atau beton baru dilakukan setelah musim 
hujan berlalu. Pada tahun 2009 tersedia anggaran Rp 300 miliar untuk perbaikan 
jalan rusak. Pemprov tetap serius dan bertekad memperbaiki jalan agar nyaman 
dilalui. (CAL)

Sumber : Kompas Cetak
================

-- 
----------------------------------------------
http://www.jalanraya.net/
http://www.andryberlianto.co.cc/
----------------------------------------------



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke