pake mesin kapal capung aja om rony..heheheehe

On Thu, Feb 12, 2009 at 6:45 AM, <[email protected]> wrote:

> Wahh pake pelek 14 aja kudu di bore up..gimana pake 17 abis tuh mesin buat
> narik roda depan belakang..segede gaban...
>
> Sent from my BlueBerry(R)
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> salam
> Roni Red Machine
> - YMIC 001
> - Atoz 099
>
> ------------------------------
> *From*: bowie
> *Date*: Thu, 12 Feb 2009 06:37:03 +0700
> *To*: forbas<[email protected]>; inbike<[email protected]>
> *Subject*: [InBike] Low Rider Extreme dari Suzuki Skywave
>
>    Written by
> http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/02/11/06062490/low.rider.extreme.dari.suzuki.skywave
>
>
>
>
> *Modifikasi*<http://maticholic.com/index.php?option=com_content&task=category&sectionid=6&id=30&Itemid=126>
> *Umumnya*, modifikasi *low rider *didominasai dua merek, yakni kalau
> enggak Yamaha Mio, ya Honda Vario. Nih, sekarang ada Suzuki Skywave 125
> buatan 2008 yang digarap rumah modifikasi X-16 Motor Bike. Karya rumah
> modifikasi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat itu punya keistimewaan
> tersendiri di beberapa bagian.
>
> Paling nyata, pada ban. Ring asli 16 inci diubah jadi 17 inci yang dibalut
> ban ukuran 200/50 profil tipis. "Tadinya hanya mau pakai ring 16 seperti
> aslinya. Tapi rada susah di ban, maka diakali pakai ring 17," ungkap Johanes
> Hanafi, sang modifikator. Keuntungan yang dipetik, ketinggian motor tidak
> berubah banyak.
>
>
> Namun penggarapannya tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dengan
> lebar telapak ban belakang 8 inci membuat posisi mesin harus bergeser sejauh
> 6 mm. Jarak itu didapat setelah diukur center antara roda, mesin, dan bodi
> motor bagian depan.
>
>
> Mundurnya dapur pacu tentu diikuti dengan sumbu roda. "Caranya, pakai
> undur-undur 20 cm, tapi harus benar-benar kuat karena desain Skywave beda
> dengan Mio atau vario," papar Johanes. Untuk memenuhi tuntutan itu,
> undur-undur dirancang model kotak pakai pelat 2 mm persis sama dengan mobil.
> Untuk penempatan posisi disc brake belakang dan baut roda dikasih adaptor.
> "Tidak terlalu tebal, hanya 8 mm," ungkap Johanes.
>
>
> Untuk velg belakang, Johanes memakai punya variasi BMW sekalian dengan baut
> rodanya (5 buah) yang tidak tampak karena tertutup dop roda. Beda ketika
> menggarap roda depan yang banyak ubahannya. Paling jelas dalam desain palang
> yang sama antara kiri dan kanan. "Menghabiskan dua velg dan yang diambil
> palangnya," tegas pria yang bangga dengan roda ekstrem ini.
>
>
> Hanya itu keistimewaan karya Johanes? Masih ada lagi. Lirik knalpot, juga
> pakai asli buat mobil. Pertimbangannya, untuk mengimbangi roda belakang yang
> lebar itu.
>
> Kemudian intip posisi sokbreker belakang. Tidak rebah seperti kebanyakan
> aliran low rider, pada Skywave ini justru tegak dan monosok. Pilihan Johanes
> pada YSS untuk Satria F-150. "Itu lebih pas karena ukuran atau panjangnya
> pas dengan kondisi Skywave sekarang," urai Johanes.
>
> Pada setang terpasang spidometer imut dan varian terbaru dari merek Koso.
> Meski bentuknya kecil, tapi indikatornya lengkap. Ada penunjuk bensin,
> putaran mesin, odometer dan lainnya*. *
>
>
> --
> IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
> bowie
>
>
>
> >
>


-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke