*Jakarta* Resesi yang dialami hampir seluruh negara di dunia ternyata tak
berdampak terhadap kehidupan seks seseorang. Pada sebagian orang, resesi
justru membuat kehidupan seks makin *hot*. *Wow*!

Dunia tengah mengalami resesi. Akibatnya pendapatan serta daya beli
masyarakat menjadi menurun. Namun ada satu yang tidak menurun, yaitu gairah
seks mereka.

Sebuah survei dilakukan oleh sebuah majalah di New York. Sebanyak 1.000
orang menjadi peserta survei yang dilakukan lewat telepon tersebut.

Dari survei terlihat bahwa masalah ekonomi dan keuangan tak berpengaruh
dengan kegiatan seks, seperti yang diutarakan oleh 79 persen peserta. Bahkan
lima persen di antara mereka, kehidupan seksnya justru makin panas ketika
resesi.

Namun masih menurut survey yang detikhot kutip dari Fox, Selasa (10/2/2009),
81 persen dari peserta survey berujar bahwa mereka pernah mengalami
penurunan gairah sekali dalam setahun. Namun bukan masalah ekonomi
penyebabnya, melainkan karena kelelahan dan mood yang buruk.

Sebanyak 45 persen dari peserta survei justru berujar bahwa mereka sering
melakukan perencanaan dalam melakukan seks dengan pasangannya.

Dr. Ian Kerner, ahli seks mengungkapkan bahwa biasanya masalah ekonomi dapat
mengakibatkan hilangnya gairah seks. Namun yang terjadi sekarang justru
sebaliknya.

"50 juta orang kini terjebak dalam kebiasaan seks mereka. Keadaan ekonomi
kali ini justru meningkatkan libido mereka yang tengah depresi dan stress,"
ujar Ian.*(kee/kee*

-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke