Dear Toyo,
Saya setuju untuk kita mewartakan ini pada panitia seleksi anggota Komnas HAM
untuk tidak meneruskan sdr. Ahmad Sofian sebagai calon yang bisa diseleksi
berikutnya. Demi keadilan pada korban, ybs tidak layak ada di Komnas HAM
bahkan di lembaga kerja dia yang katanya ngurusin urusan trafficking, agak aneh
karena traficking merupakan bagian dari kekerasan jadi kalau tipe pelaku KDRT
"gagah" ngurusin advokasi yang melawan bentuk kekerasan 'kan jeruk makan jeruk
dong.
Untuk mbak Elvi, bersyukurlah anda bisa terlepas dari suami yang sudah pelaku
KDRT, pengkhianat (karena berselingkuh) juga pesakitan, karena bayangkan aja
hobby melakukan kekerasan pada istri tapi pekerjaan diluar rumah untuk advokasi
trafficking, kan aneh, ironis dan bisa jadi sakit jiwa barangkali....
Satu lagi pembelajaran untuk kita semua, kita butuh manusia berhati nurani
untuk masuk dalam jajaran anggota Komnas HAM berikutnya.
Salam hangat,
Nia Sjarifudin
hartoyo toyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Teman
- teman ini ada korban KDRT mohon dukungan untuk menolak salahs atu anggota
komnas ham yang bernama ahmad sofian,
salam
Toyo
Yth. Kawan-kawan, Abang, Kakak, sahabat-sahabatku...
Sebelumnya saya mohon maaf jika kehadiran e-mail ini tidak kalian kehendaki
dan kurang berkenan menerimanya.
Tapi aku harus menyampaikan hal ini, walau aku aku harus mengingat kembali
kenyataan pahit yang aku hadapi.
Saya mohon dukungan kawan-kawan sekalian agar menolak dan mengirim keberatan
atas masuknya Ahmad Sofian (aktivis/peneliti) dari 70 calon anggota Komnas HAM.
(kompas senin, 26 Februari 2007)
Hal ini mengingatkan kembali pada kejadian lebih kurang 3 tahun yang lalu
dimana saya mengalami tindak kekerasan yang dilakukan suami saya saat itu
(sofian) yang melakukan semua jenis kekerasan pada saya. Kekerasan fisik (dada
saya ditendang, ditolak, ditempeleng), kekerasan psikis (melakukan selingkuh
dengan sekretarisnya, tidak dianggap sebagai manusia dan tidak dipedulikan),
kekerasan ekonomi (uang belanja dikurangi dan dia katakan tidak ada padahal dia
bisa mentraktir teman-teman perempuannya makan-makan) dan kekerasan seksual
(dia memaksakan kehendak pada saat saya tidak mau, dia memperkosa saya sehingga
seolah-olah saya ini pelacur).
Banyak lagi tindakannya yang sangat menyakitkan dan membuat saya tersiksa.
Kejadian ini terus berlanjut dan rumah tangga kami dilalui dengan keributan,
sampai akhirnya dia dengan arogannya menceraikan saya dengan talak tiga
walaupun saya minta dia menarik ucapannya dengan mencium kakinya tapi dia tetap
dengan angkuhnya menolak saya (hal ini dilakukannya sebelum dia belajar ke
Malaysia).
Dari informasi yang saya dapat bahwa dia ke Malaysia juga membawa perempuan
yang diakuinya istrinya padahal saat itu saya belum berpisah dengannya dan juga
dia membawa perempuan itu ke tempat orang yang baru dikenalnya dengan
mengatakan perempuan itu istrinya.
Menjelang bulan puasa tahun 2003 dia dengan arogannya mengembalikan saya ke
orangtua saya, pertengahan puasa saya menerima surat gugatan cerai dari
Pengadilan Agama Medan dan sekitar 10 hari lebaran dilakukan sidang pertama.
Selama sidang dia tidak pernah hadir dan memberikan kuasa pada pengacaranya
dengan alasan sedang belajar ke luar negeri, walaupuj saya ngotot agar dia
dihadirkan tapi sampai akhir sidang keinginan saya tidak dipenuhi oleh
Pengadilan Agama yang tidak berpihak pada perempuan.
Sampai akhirnya pada 01 Maret 2004 dilakukan pembacaan ikrar talak saya tetap
menginginkan agar dia yang membacakan dengan alasan waktu ijab qabul dia yang
mengucapkan begitu juga pada ikrar talak, tapi hal ini tidak dipenuhi dan
dikatakan pengacaranya dia sedang di Malaysia padahal bertepatan dengan tanggal
itu dia ada di medan karena PKPA lembaga yang dipimpinnya sedang melaksanakan
Konferensi trafiking di hotel tiara Medan yang juga banyak dihadiri aktivis
perempuan dan saya juga sempat curhat dengan beberapa diantara mereka namun
tidak ada tanggapan.
Saya juga di laganya agar berhadapan dengan perempuan selingkuhannya sehingga
saya mendapat SMS yang menyakitkan dikatakannya saya perempuan mandul, hal ini
juga dikatakannya pada beberapa temannya yang laki-laki bahwa dia memberi waktu
saya 5 tahun untuk punya anak, setelah itu?...
Digugatan perceraiannya juga disebutkan perceraian ini karena tidak dikaruniai
anak, sehingga saya harus membuktikan dengan melakukan rontgen kandungan
sebagai bukti dipersidangan yang menyatakan kondisi saya sebenarnya.
Saya sempat tidak menyadari bahwa saya adalah korban KDRT sampai diingatkan
oleh beberapa kawan. Hal menyakitkan ini saya alami hampir 2 tahun sampai kami
berpisah. Perpisahan yang dulunya saya tidak kehendaki namun akhirnya saya
harus terima bahwa semua ini harus saya hadapi. Saya berusaha untuk tegar dan
kuat menjalaninya, bahkan sekarang saya dalam keadaan mensyukuri perpisahan itu
dan percaya bahwa Allah SWT sangat sayang pada saya dan telah dijauhkan dari
laki-laki seperti itu.
Kawan-kawan......
Banyak hal yang tidak saya ingat lagi untuk diungkapkan karena saya sudah
berusaha melupakannya, ini hanya sebagai cerita pendukung bagi kawan-kawan
untuk dapat memahami mengapa saya sangat keberatan jika sofian masuk jadi
anggota Komnas HAM.
Sekarang sang pelaku KDRT dengan bangganya memohon dukungan orang-orang dengan
mengandalkan kehebatnnya dan menjadi pahlawan kesiangan bagi orang yang
mengalami tindakan kekerasan, padahal bukankah dia juga mantan pelaku.
Pantaskah pelaku KDRT masuk dalam jajaran orang terhormat di Komnas HAM?
Saya sangat berharap dukungan kawan sekalian agar sama-sama membuat keberatan
dan mengirimkannya ke Komnas HAM dengan e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Paling
lambat 5 maret 2007.
Sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang keberatan dengan e-mail saya ini.
Disini saya menceritakan kembali keadaan saya dengan sebenarnya tanpa maksud
yang tidak baik, agar kawan sekalian memakluminya.
Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya dan saya sangat mengharap bantuan
dan dukungan kawan-kawan.
Wassalam,
elvi hadriany.
---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.
[Non-text portions of this message have been removed]