Pungutan dan macam-macam biaya (seragam, buku, kursi) yang Anda sebut itu tidak
dilakukan guru, Boss. Ati-ati kalo bicara. Itu semua dilakukan oleh lembaga
bernama sekolahan. Guru itu pegawainya sekolahan, bukan yang punya sekolahan.
Bisa nggak disebutkan di sini gaji DPR, menteri, dan presiden itu berapa?
Lalu kita akan lihat keluhan mereka itu masuk akal nggak. Jangan
dibanding-bandingin ama guru, ah. Nggal level! Ntar Anda dikira asbun lho.
manneke
IC <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Profesi Guru, saya pikir sama dengan profesi lainnya, mesti mendapat
penghasilan yang cukup dan fasilitas yang memadai. Yang ada, guru gajinya kecil
dan mau nggak mau berusaha bisnis, khususnya setiap tahun ajaran baru.
Banyak cara yang digunakan seperti jual beli kursi, jual buku, jual seragam,
jual sampul buku, dll. Semua berkedok untuk kepentingan sekolah. Akibatnya,
profesi guru yag begitu mulia, sekarang ini sudah dinodai.
Saya prihatin gaji guru sekarang sangat kecil, tapi jangan itu kemudian
dijadikan alasan untuk melakukan hal2 yang terpuji seperti yang saya sebutkan
di atas. Kita sering mengkritik anggota DPR, menteri, pejabat pemerintah yang
mengeluhkan gaji. Kemudian kita dengan mudahnya bilang, siapa yang suruh jadi
anggota DPR, Presiden, Menteri, dll. Kalau memang gajinya kecil ya nggak usah
deh mau2nya jadi pejabat 2itu.
Nah itu juga berlaku buat guru tanpa terkecuali. Jabatan/profesi guru adalah
begitu mulia. Karena itu jangan ikut2an berbuat amoral seperti yang dilakukan
anggota parlemen/politikus kita.
Saat ini, saya kurang respek thd para guru itu. Guru2 sekolah anak saya masih
sering melakukan hal2 tidak terpuji dengan melakukan pungutan2 liar setiap
tahun ajaran baru. Ah..kalau gitu, Guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa.
Dia sama aja kok dengan yang lainnya (paling nggak sekarang ini).
Salam
[
---------------------------------
All New Yahoo! Mail Tired of unwanted email come-ons? Let our SpamGuard
protect you.
[Non-text portions of this message have been removed]