Turut prihatin, dan semoga keluarga tabah menghadapi
musibah ini. Semoga kejadian ini tidak mengendurkan 
semangat anda dan aktivis lainnya untuk memerangi
korupsi yg sudah sangat membudaya di negeri ini.

Salam
  ----- Original Message ----- 
  From: Tito Suhendro 

  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Rumah Aktivis Antikorupsi Dibakar



  Rumah Aktivis Antikorupsi Dibakar

  Sabtu, 03 Maret 2007 | 01:26 WIB 

  TEMPO Interaktif, Garut:Rumah
  Sekretaris Jenderal Garut Government Watch Agus Gandhi di Perumahan
  Cempaka Indah, Garut, dibakar orang yang tak dikenal pada dini hari
  kemarin. Satu unit sepeda motor, sofa, dan perabotan rumah ludes
  terbakar. Beruntung Agus dan istri serta dua anaknya bisa menyelamatkan
  diri.

  Kobaran api di ruang tamu itu diketahui pertama kali oleh Ida, istri
  Agus, yang hendak berwudu untuk mendirikan salat tahajud. "Istri saya
  teriak karena terkejut," kata Agus di Garut kemarin. Api tidak hanya
  membakar sofa, tapi juga pintu depan dan pintu belakang rumahnya.

  Agus menduga kebakaran ini bukan kecelakaan murni karena ada beberapa
  kejanggalan. Selain membakar pintu depan dan belakang rumah, api
  membakar rumput dan saluran pembuangan air. "Ada bau bensin di bekas
  kebakaran," katanya. Dia menduga rumahnya dibakar dengan cara diguyur
  bensin.

  Kejanggalan lain yang dia temukan adalah ada mobil Daihatsu Taff warna
  cokelat dengan atap putih yang diparkir sekitar 100 meter dari
  rumahnya. Mobil ini tiba-tiba menghilang saat kobaran api dipadamkan
  oleh tetangga Agus. Kebakaran ini, kata dia, terkait dengan
  aktivitasnya membuka kasus-kasus korupsi di Garut.

  Beberapa kasus korupsi yang dia ungkap belakangan ini antara lain
  korupsi dana bencana 2004 senilai Rp 4 miliar. Selain itu, ada kasus
  dugaan korupsi di Bina Marga pada 2005 senilai Rp 2,3 miliar dan
  korupsi dana gratifikasi pembangunan Pasar Cikajang senilai Rp 250 juta.

  Agus mengatakan, sebelum rumahnya dibakar orang yang tak dikenal, dia
  kerap menerima ancaman pembunuhan melalui pesan pendek. Bahkan beberapa
  waktu lalu dia sempat diserempet kendaraan saat mengendarai sepeda
  motor. "Padahal waktu itu jalan sedang sepi," katanya.

  Kepala Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Besar Eko Budi mengatakan
  polisi menemukan bukti kebakaran ini bukan kecelakaan. Salah satunya
  bau bensin yang masih tersisa di bekas kebakaran. "Meski demikian, kami
  harus berhati-hati agar kasus ini tidak dibawa ke urusan politik," kata
  Eko Budi

 

Kirim email ke