Kenyataannya  adalah memang demikian, makin banyak penyalahgunaan zat narkoba 
di kalangan SMU. Ada dampak yang lebih seram lagi bahwa sekarang yang banyak 
terinfeksi virus HIV adalah dari kalangan usia produktif (20-30 th) dan 
sebagian besar adalah dari pengguna narkoba khususnya narkoba suntik. Menurut 
saya keadaan ini tidak bisa disalahkan aatu dibebankan ke pundak orang tua. Ada 
orang tua yang sanagt perhatian tapi anaknya jd pengguna narkoba. Ini adalah 
masalah kita bersama. saya adalah pekerja LSM yang bergerak di penanggulangan 
HIV/AIDS (Yayasan Mitra Indonesia) dan juga di JANGKAR (Jaringan Aksi 
Pengurangan Dampak buruk Narkoba suntik). Bagi yang memerlukan penyuluhan 
silahkan hub saya di email ini atau di nomer 0811196067. Semoga kita dapat 
menanggulangi masalah narkoba dan HIV/AIDS secara bersama-sama dan dengan cara 
yang positif.

Adang Sujana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Yah..., begitulah kalau 
kurangnya pengawasan dari orang tua, sangat prihatin memang. Apalagi di kota 
besar seperti di Jakarta, dimana kedua orang tua disibukkan dengan mengejar 
karir masing-masing.
Pernah salahsatu kenalan saya yang nota bene adalah pimpinan di beberapa 
perusahaan besar (yang saat ini sudah menyadari hal itu) mengatakan bahwa waktu 
orang tualah yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak.

--
Adang
Public Relation
www.toserbaonline.com

---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke