http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/08/daerah/3370541.htm =====================
Medan, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh rohaniwan dan kalangan gereja ikut membangun perdamaian dan harmoni antarumat beragama. Presiden sedianya hadir dalam puncak perayaan 50 tahun (jubileum) Dewan Gereja Asia di Stadion Teladan Medan, Rabu (7/3). Karena berhalangan, sambutan tertulis Presiden dibacakan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni. Presiden menyatakan sangat menghargai upaya panitia perayaan jubileum Dewan Gereja Asia yang mengangkat tema "Membangun Komunitas Damai untuk Semua". "Mewujudkan perdamaian bukan pekerjaan mudah. Sering kali kita menyaksikan hal yang sebaliknya. Pesan perdamaian harus ditindaklanjuti dengan perilaku yang konkret dari setiap komunitas dan setiap bangsa," ujar Presiden. Konflik komunitas, menurut Presiden, sering kali dilatarbelakangi persoalan etnis dan agama. Untuk itu, Presiden meminta komunitas beragama agar bisa menjunjung tinggi semangat damai. Solidaritas antarbangsa yang dibangun Dewan Gereja Asia bisa mencegah kekerasan satu bangsa terhadap bangsa lainnya. Presiden meminta kalangan gereja tidak berhenti menyuarakan dan berbuat nyata untuk menegakkan perdamaian. Pemerintah terus mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama. Kerukunan hidup antarumat beragama menjadi salah satu landasan membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Ketua Panitia Jubileum Dewan Gereja Asia RE Nainggolan, perayaan ini bertujuan melakukan refleksi terhadap kehadiran dan peran gereja di tiap- tiap negara Asia, terutama untuk memberdayakan masyarakat, berkontribusi bagi pencerahan kehidupan umat manusia yang damai dan sejahtera. Pada puncak acara jubileum ditampilkan operet tentang kisah hidup Ingwer Ludwig Nommensen, misionaris asal Jerman yang selama 56 tahun mengabdi di Tanah Batak. (bil)
