Mbak/Mas, Pengalaman saya pacaran duluuuu, cewe itu paling kesal kalau dia ditanya malam ini mau nge-date kemana. Maunya kita yang laki-laki ini yang pegang kemudi, bikin rencana mau makan malam ke mana dan naik apa, dia tinggal ngikut atau protes (kalau tidak suka)...Tapi dengan begitu kok ya semuanya jadi harmonis dan lancar begitu. Mungkin pacaran tuh lebih enak pakai konstruksi sosial yang patriarkis ya?
Andi --- In [email protected], dhaniar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kenapa yang dituntut adalah kesetaraan gender dan > bukan keselarasan gender? saya bukan seorang ahli > masalah gender, tapi setau saya tuntutan itu timbul > karena memang ada ketidaksetaraan posisi. mungkin > memang ada peran2 tertentu yg menjadi patokan dalam > pembedaan, tapi peran itu sebagian besar terbentuk krn > konstruksi sosial, dan bukan karena so-called > 'kodrat'. dan, sayangnya, pembedaan peran yang > terkonstruksi secara sosial ini menyebabkan posisi > perempuan berada pada posisi subordinat. > sekarang kalau anda bicara mengenai keselarasan > gender, dari kacamata mana 'keselarasan' itu akan > dilihat? kita sudah terlalu lama hidup dalam dunia > yang patriarki (to be honest, i'm sick of it), maka > kemungkinan besar keselarasan itu akan dilihat lewat > kacamata ini. artinya, perempuan akan selamanya > ter-subordinat. apakah ini bukannya menyalahi kehendak > Tuhan yang menciptakan manusia sama derajatnya? > > ------------------------------ > > Re: RELATIVITAS GENDER > Posted by: "Sam Haidy" [EMAIL PROTECTED] > mistcovered_man > Wed Mar 7, 2007 6:56 am (PST) > Yang saya maksud bukan peran dan hirarki tangan dalam > konteks > masyarakat luas, tapi dalam ruang lingkup pribadi. > Apakah anda bisa > (maaf) cebok menggunakan tangan kanan sedangkan anda > sudah terbiasa > memakai tangan kiri? Atau mengangkat beban berat > dengan tangan kiri > padahal tangan kanan anda lebih kuat? Apakah anda bisa > menyetarakan > peran keduanya? Meskipun bukan hukum mutlak, tapi > sudah lumrah secara > konvensional. Dalam hal-hal tertentu, peran keduanya > memang berbeda, > ada bagiannya masing-masing. > > Mungkin yang perlu direvisi adalah istilah yang lebih > representatif > dari "kesetaraan" , yang meskipun diberi interpretasi > beragam versi > tetap tidak bisa dipisahkan dari arti harfiahnya. > Penggunaan kata > "kesetaraan" terkesan terlalu mentereng, sehingga > mungkin > disalahpahami dan bisa menyulut antipati alih-alih > mendapat simpati. > > Mungkin "keselarasan" gender lebih tepat. >
