Bung,
Kayaknya memang suka jadi 'driver' ya. Jadi boleh dong saya men'drive' Anda
sekarang. Tolong Anda cermati lagi istilah 'koordinasi', 'hubungan setara' dan
'kemanusiaan'. Setelah Anda mengerti dengan hati dan pikiran baru deh kita
diskusi lagi. Sorry 'drive' saya gak kayak Manneke yang penuh humor, saya lebih
sarkas dan getas. Karena saya tahu, saya men'drive' orang yang sulit diajak
menalar dengan hati dan pikiran jernih.
Rini
EKO KERTAJAYA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam
He....he....maaf lho pak, jujur saja, saya kalo membaca postingan bapak pasti
senyum duluan. Sense of humournya pas banget dengan need of humour saya :-).
"Driver" saya itu bukan analogi mesin kok pak, yang menempatkan wanita sebagai
mesin. Namun klop dengan pandangan bapak bahwa hubungan suami istri adalah
hubungan koordinatif dan so pasti ada koordinatornya. Analogi yang lebih luas
dan mungkin lebih mudah dipahami, kalo saya ibaratkan hubungan rumah tangga
itu adalah suatu kapal yang tengah mengarungi lautan menuju ke tujuan tertentu.
Suami memegang peranan sebagai kapten kapal, sedangkan istri adalah sebagai
co captainnya, mereka bekerja sama agar kapal dapat sampai ke tempat tujuan.
Jadi, "driver", "koordinator" atau "captain" saya tersebut adalah suatu istilah
yang koheren. Yang menarik, ada suatu rumah tangga yang karena hal2
tertentu, istri yang menjadi "captain" dalam rumah tangga tersebut. Apa yang
terjadi, apakah itu yang berupa "prestasi", "cerita sedih", "kelucuan" dsb,
tentunya banyak anggota miliser yang ingin menceritakannya. Saya pribadi
ingin cerita yang "lucu", seperti style pak Manneke. Pas banget.
Wasallam