Monsieur Simon,
Kados pundi panjenengan mangertos kawulo ngendikak-aken "Meet the Parents'
puniko lucu sanget? Hehehe harus dicari DVD nya kali ya? Night in the Museum
boleh lebih lucu, dong ya?
Masih tentang bahasa "gado-gado", bagaimana kalau sampai kita jadi ngomong:"I
am going to mandi" hampir setiap harinya? Karena kalau dipikir "Going to wash"
itu kan hanya mencuci sebagian badan kita ya? Gak seluruh badan. Sampai
teman-teman di Inggris jadi tahu apa "mandi" itu artinya.
Atau ada lagi:"Have you makan?" ; atau:"It's pulang time" dan:"Sampai
tomorrow"
Apalagi dikantor saking ada orang asing nya yang bisa berbahasa Indonesia,
maka setiap hari bisa kita dengar bahasa "gado-gado' yang "luget" (kata orang
Jawa). Bahasa Inggris yang ditabrak bahasa Indonesia tanpa kita sadari.
Dan lucunya, kita tidak pernah mempermasalahkan lagi, karena sudah biasa
mendengarnya setiap harinya.
Jadi di kantor itu banyak yang ke "Inggris-Inggris-an" dan ke
"Indonesia-Indonesia-an", serta yang campur aduk antara keduanya. Bahasa apapun
memang indah walaupun dicampur adukan. Apalagi jika yang diajak berkomunikasi
mengerti semua apa yang kita katakan. Kalau bhs gado-gado tersebut masih kurang
lengkap, bisa juga ditambah dengan "sign language", bukan? :-)
Salam,
yuli
john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kisah Mas Thom-san mengingatkan pada film Meet The Parents,
hehe..(kata Madame Yuli "luar biasa lucunya").
Kalo di keluarga saya, karena pengaruh pendidikan tempo doele, saya dan orang
tua biasa pakai bahasa Belanda + Jawa Suroboyo-an+Mandarin+ Indonesia di-oplos
gitu, makanya nggak semua orang/tamu ngerti hehe.. di sanalah nikmatnya memakai
bahasa rahasia.
Saya sendiri bisa - sedikit - berbahasa Jepang, Perancis dan Mandarin
(Chinese). Ini sangat bermanfaat kalau kita sedang keluyuran ke LN, dan
tiba-tiba "in the middle of nowhere". Percayalah, menguasai bahasa asing itu
nikmat.
Salam.