Minggu kemarin di Jalan Sudirman lewat Konvoy HD, ratusan jumlahnya dikawal mobil Polisi. Ada baiknya kalau ada acara macam begitu polisi kasih info ke DIRJEN Pajak. Nah...pada waktu start petugas pajak datang lalu check, apa motor sudah dibayar pajaknya, kemudian cek apa pemiliknya sudah punya NPWP........Ingat HAK itu baru muncul kalau KEWAJIBAN sudah dipenuhi....
Louisa Tuhatu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Belum lama ini saya menyampaikan di milis ini perasaan "marah" saya ketika harus dipinggirkan oleh konvoi mobil Ferrari. Pada saat itu ada yang menuduh saya iri hati karena si penulis merasa menikmati pemandangan parade Ferrari itu. Saya tidak mau munafik, saya memang merasa iri dengan para pemilik Ferrari dan HD ini (yang kebetulan juga berpapasan dengan saya). Saya merasa iri dengan segala keistimewaan dan kemudahan yang mereka terima. Sangat sering saya melihat ambulans yang sudah menyalakan sirene masih tidak dapat menyeruak di kemacetan ibu kota. Polisi yang jelas-jelas berada di persimpangan jalan sama sekali tidak memberikan perhatian kepada bunyi sirene ambulans. Entah berapa nyawa terbuang sia-sia hanya karena ambulans tidak dapat sampai dengan cepat. Jadi, saya memang merasa iri hati terhadap warga negara kelas prima yang dengan kekayaannya bisa membeli segala kemudahan. Saya merasa iri karena sebagai pembayar pajak yang patuh saya masih tidak bisa menerima pelayanan dari pamong masyarakat karena mereka lebih sibuk melayani yang membayar. Untuk para pemilik dan pengguna HD dan Ferrari maupun kendaraan sport lainnya, seharusnya sebelum membeli Anda harus sadar bahwa kondisi jalan raya di Jakarta tidak cocok untuk kendaraan Anda itu. Kalau masih tetap ingin membeli dan menikmati barang-barang tersebut, berlagaklah di tempat lain yang bisa membuat Anda nyaman tanpa harus mengganggu dan menyakiti hati orang lain. /louisa
