Pandangan bahwa hanya makhluk jantan saja yang punya concern akan penerusan 
keturuan kini tak lagi dominan dalam biologi evolusi. Pandangan ini lahir 
karena Darwin menganggap bahwa yang berevolusi adalah organisme (individu), 
maka dengan mudah lalu dibuat perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Tak 
heran jika lalu dikatakan individu laki-laki berkecenderungan memimpin dan 
individu perempuan berkecenderungan dimpimpin.
   
  Perkembangan teori Darwin pada masa kini, yang dikenal dengan neo-Darwinisme, 
memodifikasi pandangan Darwin dengan berpendapat bahwa yang berevolusi adalah 
gen. mengapa? Karena gen-lah yang punya kemampuan mereplikasi diri. 
   
  Dalam hal ini, tak dikenal adalanya gen laki-laki atau gen perempuan, dan 
semua gen punya satu tujuan yang sama: penyintasan (survival) dan penerusan 
keturunan. Ini berlaku untuk semua makhluk hidup, termasuk baik monyet maupun 
manusia.
   
  manneke

si_andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Mbak Mariana,

Tentu saja saya bisa ngomong begini: "Secara biologis kecenderungan 
memilih pasangan dari pejantan dominan bisa ditelusuri dari keinginan 
menjaga informasi genetika agar bisa diwariskan selama mungkin. Teori 
evolusi Darwin mendukung bahwa pejantan yang dominan selalu memiliki 
keturunan lebih banyak akibat seleksi alam. Kecenderungan yang sama 
juga sedang diteliti pada manusia." 

Tidak pakai monyet kan? Cuma ya ngobrolnya jadi tidak enak; jadi kaya 
seminar.

Penelitian soal ini juga ada. Salah satu yang menarik bisa Anda lihat 
di:

www.natur.cuni.cz/~flegr/MANUSCRI/domin.pdf 

Saya bicara monyet biar diskusi lebih santai dikit, kalau Mbak 
Mariana terus menanggapi dengan fokus ke monyetnya, ya silakan. Tapi 
saya masih ngomongin topik yang sama; soal pacaran pakai bumbu 
biologi sedikit, soal naluri wanita yang cenderung kepada lelaki yang 
bisa memimpin. Tidak kemana-mana, kok.

Andi


--- In [email protected], Mariana Amiruddin 
wrote:
>
> Saya perempuan, manusia perempuan tentu, bukan monyet perempuan,
> tapi saya tidak begitu ya. Mertua perempuan dan laki-laki saya
> juga tidak begitu. Tidak ada istilah dan praktek "suami yang
> memimpin".
> 
> Suami saya memilih saya justru karena saya tidak punya pikiran untuk
> dipimpin laki-laki, saya juga begitu memilihnya. Kita sama-sama
> memilih pasangan yang mau bekerjasama dalam membangun keluarga,
> menjadi relasi yang setara.
> 
> Kedua, kalau Anda betul-betul mengerti soal dunia permonyetan (atau
> betul-betul menyukai discovery channel) apa Anda juga tahu monyet
> juga binatang kanibal, terutama si jantan yang bisa melahap anaknya
> sendiri? Terutama monyet yang berbadan besar?
> 
> Tentu itu tidak berarti manusia laki-laki juga bisa memakan anaknya
> sendiri.
> 
> Diskusi Anda justru sudah kemana-mana!
> 
> Mariana
> 
> > Balik lagi, biar diskusi enggak kemana-mana, premis saya masih 
sama, 
> > perempuan itu lebih senang pasangannya yang memimpin dan itu 
bukan 
> > cuma salahnya Mas Konstruksi Sosial tadi (kasian disalahkan 
melulu). 
> > Ini sudah sejak zaman manusia dan monyet masih susah dibedakan. 
Kalau 
> > nonton discovery channel, singa atau monyet yang punya harem 
banyak 
> > selalulah yang dominan, yang badannya besar dan selalu menang 
> > berkelahi. Sementara yang jantan kelas dua akhirnya hidup 
menjomblo 
> > tidak punya keturunan. 
> 
> > Nah, padahal para hewan betina ini kan punya pilihan untuk kawin 
> > dengan si kelas dua yang bakal lebih penurut ini. Tapi mengapa 
mereka 
> > mau dipoligami sama si jantan yang dominan coba? Karena sifat-
sifat 
> > dominan ini dari sononya sudah terbukti menghasilkan keturunan 
yang 
> > dominan juga dan berarti survival ratenya lebih tinggi. Jadi biar 
> > anak-anaknya survive, hewan betina harus mencari pasangan yang 
> > dominan. Tidak bisa yang kelas dua.
> 
> > Berhubung 98% gen kita dan gen monyet itu sama, yang seperti ini 
> > sudah terprogram juga dalam naluri manusia yang perempuan. Kalau 
> > tidak ada informasi lain, maka pilihan pertamanya adalah lelaki 
yang 
> > dominan; kulit luarnya tentu dari bentuk tubuh (tinggi besar) dan 
> > kelakuan (percaya diri, jelas apa maunya).
> 
> > CUMA, ada cumanya, berhubung manusia itu sudah lebih maju dari 
hewan, 
> > maka faktor pandangan pertama itu lantas harus disuplemen dengan 
> > pandangan kedua: apa orang ini bisa diandalkan, apa karena 
ganteng 
> > terus jadi s3 (selingkuh sana sini), apa orang ini egois? Ini 
yang 
> > menyebabkan pilihan logis jatuh pada orang mungkin dari luar 
tidak 
> > kelihatan memimpin. Kalau tidak begitu ya kasian orang-orang yang 
> > seperti saya ini...
> 
> > Andi
>


                
---------------------------------
 New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more 
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke