om mannneke, saya juga mengamati nkok, bahwa selama jabatan karir di birokrasi itu dapat di intervensi, dipengaruhi, ditekan oleh kekuatan politik partisan, selama itu pula tidak akan tumbuh dan dipertahankan yang namanya birokrat profesional. dinegeri ini bagaimana mempertahankan profesionalisme, jika jenjang untuk mendapatkan karir itu dengan mudah bisa dipengaruhi dengan sim-salabim bersama kelompok politik partisan kita masih teringat, bagaimana diberitakan dimedia bahwa ajang fit and proper test dan rapat2 kerja dengan birokrasi pada masa dpr 2004-2009 banyak yang jadi arena bisnis jabatan dan proyek, hehehehe, hal itu pasti sudah melunturkan dan menghantam birokrat yang ingin profesional dan jujur, jadi sebenarnya semua tindak pidana korupsi juga dimulai dari lembaga legislatif om, mudah-mudahan saja dpr 2009-2014 yang banyak orang barunya itu tidak ketularan penyakit bisnis jabatan dan proyek, kalau soal penugasan kajian demokrasi pada forum rektor, kita lihat saja nanti hasilnya, salambambangsulistomo
2010/1/14 manneke budiman <[email protected]> > > > Kalo gitu saya kembalikan pertanyaannya ke Anda: "Lalu kenapa Forum rektor > yang diminta?" Kok bukan pungut orang aja di jalanan yang dipandang > berperilaku baik sebagai seorang warga? > > Yang jelas, seorang demokrat juga bukan orang yang kalo nulis sesuatu asal > pencet keyboard meski isinya kaga nyambung semua. Ini namanya bukan demokrat > tapi pemboat alias tukang ngeboat.
