Dari berkas-berkas yang sempat di ungkap bukannya syam pernah jadi bawahan
seorang kolonel waktu itu??
Dan orang ini yang diuntungkan oleh operasi yang gagal.

 
 
 
-------Original Message-------
 
From: Noor Cahyono
Date: 05/31/10 07:20:48
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: PKI & G30S
 
  
BETUL SEKALI gerakan 30 september adalah gerakan PKI

 

________________________________
From: manneke budiman <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 8, 2010 4:46:41 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: PKI

  
Perlu saya tambahkan, bahwa gerakan 30 September adalah skenario Aidit denga
dibantu Syam (yang rupanya agen susupan ABRI). Syam-lah yang bikin rencana
operasi (aneh bukan, padahal dalam gerakan terdapat orang-orang militer yang
mengerti taktik dan strategi, lalu kenapa Syam jadi "komandan operasi"?).
Nyto sebagai Ketua Politbiro tidak tau apa-apa.
 
Jadi TIDAK BETUL gerakan 30 september adalah gerakan PKI. Aidit bergerak
tanpa restu dan sepengetahuan partai sebab dia khawatir akan keselamatan
jiwa presiden. Cakrabirawa mau kerja sama sebab tugas mereka menjaga
keselamatan presiden. Lalu bagaimana dengan Syam? Siapa yang mengeduk
keuntungan dengan adanya Syam dalam gerakan? Hehehe, sejarah sudah
memperlihatkan toh siapa yang ketiban untung dari gerakan yang gagal itu?
 
manneke


 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke