Pak Kancono,
Maaf nih pak, tapi saya tidak bisa melihat se optimis Bapak.
Untuk sarjana nuklir mungkin saya belum ada kenalan. Tapi yang dari profesi
yang sekarang katanya sedang naik daun, kebetulan bidang saya.
Sarjana Komputer, berapa banyak Sarjana Komputer yang direkrut oleh
institusi pemerintah ?
Menkominfo misalnya. Sisanya dari mana ?
Dan di kepolisian, bidang cybercrime contohnya, mungkin bisa dicek ada
berapa banyak lulusan sekolah Ilmu Komputer. Yang lainnya dari mana ?
atau.. di departemen Tata Kota, ada berapa banyak insinyurnya ?
Dan memang di luar negeri tenaga-tenaga profesional itu dihargai sangat
tinggi. Di Indonesia, yang penting lulusan IPDN (kalau mau kerja di
departemen dalam negeri), STT Telkom (kalau mau kerja di telkom). atau
sejenisnya



Regards,
Paulus T.


Kancono W Abdurrasyid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Wach....sayang sekali...bagi tenaga profesional terutama yang
> keluaran PT DI,
> apalagi sarjana nuklir, mengapa tak mencoba nasib di industri / tempat
> lain?
> Institusi pemerintah: BATAN, PPNY, PPN-Kartini-Bandung, dan BATAN Pasar
> Jum'at serta SERPONG. Ada banyak lagi info untuk mengaktualisasikan
> kepakarannya sekaligus mencari rejeki, di MINT-Malaysia posisi profesional
> itu termasuk barang amat sekali berharga, apalagi sekarang dalam menjana
> visi Malaysia 2020 dengan budget RMK-9.
>
> duuuh....prihatiin,....
> kcn,-
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke