Wah, tampaknya Presiden SBY tidak jeli dalam memilih Menteri Informasi dan
Komunikasi. Tolong ajarkan kami teknologi murah Pak Onno!.
salam berantas korupsi-tegakkan demokrasi
sqalam jangan salah pilih pemimpin nasional
salam segera proses KKN-nya Yusril dan Hamid
ibud
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Oleh Onno W Purbo
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/14/tekno/3529876.htm
========================
Dari selentingan informasi yang saya peroleh belakangan ini,
disinyalir gerakan-gerakan seperti VoIP Rakyat, VoIP pribadi, VoIP
internal perusahaan, jaringan telekomunikasi private, bahkan 4G mulai
membuat gerah beberapa pihak di "perusahaan tetangga".
Perlu dicatat, teknologi VoIP yang dioperasikan bangsa Indonesia jauh
lebih canggih daripada teknologi VoIP operator, karena VoIP bangsa
Indonesia sudah berbasis Next Generation Network (NGN) dan 4G
menggunakan Session Initiation Protocol (SIP). Teknik NGN dan 4G
dijelaskan secara gamblang dalam buku VoIP Cikal Bakal Telkom Rakyat.
Sekarang, hanya XL yang mampu menyaingi teknologi rakyat Indonesia,
sementara operator lain masih berada jauh di belakang teknologi rakyat.
Tulisan ini berusaha mengingatkan kita semua pada koridor yang telah
digariskan. Perlu dicatat, tak ada pelanggaran dilakukan oleh rakyat
Indonesia terhadap koridor tersebut. Maka, aneh jika ada pihak yang
menjadi gerah, padahal tak ada pelanggaran yang dilakukan. Lebih aneh
lagi, jika ada operator berlisensi yang mendukung perjuangan rakyat
dipermasalahkan oleh pihak yang gerah.
Koridor yang ditentukan oleh para penguasa republik sebetulnya sangat
jelas dan sangat eksplisit, dasarnya dapat dilihat pada Pasal 60
Keputusan Menteri Perhubungan No 21/2001. Prinsipnya sederhana sekali,
rakyat Indonesia hanya membutuhkan izin Menteri Komunikasi dan
Informatika untuk mengoperasikan VoIP; jika menjualnya kepada publik
atau masyarakat luas, dilakukan secara komersial, dan disambungkan ke
jaringan telekomunikasi seperti XL, Indosat, dan Telkom.
Oleh karena itu, jika bangsa Indonesia menggunakan VoIP untuk
keperluan pribadi, kantor, sekolah, kampus, RT/RW-net yang semuanya
merupakan jaringan private dan tidak komersial, jelas-jelas tidak
melanggar hukum yang ada. Yang maksimal dilakukan rakyat adalah
menggunakan peralatan Analog Telepon Adapter (ATA) agar dapat
mengaitkan PABX atau extension yang ada di kantor-kantor atau
kampusnya. Beberapa bahkan mengaitkan PABX di rumah masing-masing
karena harga PABX delapan extension hari ini di Glodok hanya Rp
200.000, sangat murah sekali.
Jelas PABX tidak dibatasi sambungannya, hanya dapat tersambung ke PSTN
milik Telkom. Teknologi VoIP memungkinkan PABX untuk tersambung ke
jaringan telekomunikasi VoIP milik para rakyat dan pejuang
telekomunikasi di Indonesia.
Melalui jaringan internet 24 jam, seperti jaringan RT/RW- net, bangsa
ini telah dapat mengakses internet unlimited dengan biaya murah
sekitar Rp 135.000- Rp 300.000 per bulan, jauh lebih murah dibanding
solusi yang diberikan pemerintah. Tak heran, jika VoIP kemudian
menjadi marak untuk menelepon antarteman, antarkantor pusat ke kantor
cabang, antarsekolah, antarrumah yang semua terkait ke jaringan VoIP.
Bayangkan, sekarang orang tidak perlu lagi membayar biaya telepon SLJJ
maupun SLI, bahkan sering kali tidak perlu membayar biaya telepon
lokalnya. Semua komunikasi telepon dilakukan di atas internet secara
gratis.
Sentral telepon VoIP pun di operasikan secara gratis. Salah satu
sentral terbesar di Indonesia adalah VoIP Rakyat pada
www.voiprakyat.or.id. Melalui sentral ini semua orang dapat
berkomunikasi satu sama lain dengan lebih mudah, karena sentral
membantu untuk perolehan nomor bagi masing-masing pesawat teleponnya.
Beberapa pihak tampaknya semakin gerah dengan dimungkinkannya telepon
seluler menjadi bagian dari jaringan PABX atau VoIP. Bayangkan, jika
Anda mempunyai ponsel yang kemudian tersambung ke jaringan PABX di
kantor Anda dan Anda tidak perlu lagi membayar pulsa sama sekali untuk
menelepon berbagai extension di PABX kantor. Tidak ada hukum yang
dilanggar, semua menggunakan jaringan telekomunikasi private.
Semua ini dimungkinkan dengan berbagai teknologi yang ada, baik itu
4G, WiFi Phone, PDA, dan lain-lain yang mempunyai kecepatan jauh lebih
tinggi daripada 3G dan tersedia "gratisan". Teknologi ini secara
ekstrem adalah teknologi ponsel tanpa SIM card dan sangat mudah sekali
dilakukan menggunakan ponsel generasi terbaru.
Integrasi jaringan seluler maupun milik operator secara sah dapat
dilakukan, seperti halnya menyambungkan PABX ke jaringan
telekomunikasi. Apakah selama ini kita membutuhkan lisensi untuk
menyambungkan PABX ke jaringan Telkom? Apa ada persyaratan bahwa PABX
harus dipasang oleh Telkom? Jelas tidak. Semua peralatan PABX maupun
private network merupakan hak rakyat Indonesia untuk membangunnya.
Semua ini menjadi tantangan nyata para operator telekomunikasi di
Indonesia. Teknologi telekomunikasi rakyat Indonesia sudah jauh lebih
maju dan berada pada tahapan NGN maupun 4G. Pertanyaannya, apakah
salah jika operator telekomunikasi menyambungkan jaringan private
milik rakyat ini ke jaringan miliknya?
Apalagi rakyat itu ternyata membayar abonemen dan tidak mencuri pulsa
operator. Apakah salah jika operator telekomunikasi melakukan inovasi
kreatif untuk mendukung teknologi rakyat ini sehingga memungkinkan
rakyat membuat jaringan private dalam skala luas, misalnya, dengan
menyewakan jaringan backbone internetnya?
Atau menyewakan backbone MPLS-nya? Menyewakan BTS GSM-nya? Menyewakan
akses GSM atau seluler untuk private network? Semua ini memungkinkan
jaringan private rakyat menjadi besar dan lebih leluasa
mengonvergensikan komputer, telepon, seluler, atau broadcasting semua
menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.
Hanya operator telekomunikasi dan regulator picik saja yang bertahan
dengan status quo dan tak mau maju. Semoga tulisan ini membuka mata
dan hati mereka yang sedang gerah.
Teknologi rakyat jauh lebih canggih dan lebih maju. Bahkan, perlu
dicatat di sini banyak bangsa di dunia yang belajar kepada bangsa
Indonesia untuk teknologi NGN dan 4G yang merakyat ini. Dunia pun
belajar kepada kita, bangsa Indonesia.
Onno W Purbo Mantan Dosen ITB dan Penulis Independen
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]