Dahulu sebenarnya lebih sering digunakan Indonesia (dahulu = 10 tahun yang lalu). Dan Indo mungkin lebih sering digunakan orang Indonesia sendiri yang merantau ke Australia, terutama dari yang keturunan Tiong Hoa (cmiiw). Tapi akhir-akhir ini entah latah entah yang lainnya, kata indon juga sudah diserap.
Untuk diverifikasi sebenarnya mudah saja. Saya baru saja menggogle pakai google Aus, www.google.com.au dengan keywords "schapelle corby indon", "bali 9 indon". "refugee indon" (pages from australia). Ada ratusan hits termasuk dari dua koran terbesar The Age dan The Australian, bahkan kantor berita resmi pemerintah aussie, ABC, yang menggunakan kata indon. Beberapa contoh: www.smh.com.au/news/World/20-years-too-light-Indon-attorneygeneral/2005/05/28/1117129930128.html www.smh.com.au/articles/2005/05/07/1115422852798.html www.abc.net.au/news/newsitems/200412/s1266100.htm www.theage.com.au/news/National/Prisonerexchange-agreement-close/2006/08/06/1154802733199.html www.abc.net.au/xmlcontent/200703/1861860.xml Untungnya media kita agaknya tidak ikut-ikut latah. Saya belum pernah baca kalau Kompas atau Jawa Pos (dua koran terbesar) mengggunakan Aussie, Kiwi, atau Malay. Ini pernah didiskusikan, pembicaranya antara lain Sabam Siagian (JakPost dan Mantan Dubes) serta Greg Barton (deakin uni). Kesimpulannya, bahkan pakar disini mengakui bahwa untuk masalah media dan etika jurnalistik, orang Indonesia jauh lebih berkelas.... Salam, --- In [email protected], "arvi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau tak salah orang di Australia menyebut Indonesia cukup dengan INDO saja. > Dan biasanya yang menyebut INDON itu sering saya dengar di Singapore. > > Tolong jika ada rekan rekan yang tinggal di Australia, koreksi saya jika salah.
