Tapi kenapa ya, kok Masruri-nya nggak dibahas? Hanya
ditulis soal ia pakai sandal jepit? Padahal ia kan
bertemu Presiden dan duduk bersama.
Mudah2an "cara" seperti ini terjadi bukan karena
sebelumnya Masruri diberitakan SCTV sebelum berangkat
ke Yunani tidak dapat perhatian.
Perhatian tulus pemerintah ini mestinya juga adil.
Tidak melihatnya dalam kasus per kasus. Di'rame'in
dulu baru diperhatikan, kan nggak lucu...

salam
 
 

--- Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Sungguh mulia dan polosnya hati anak-anak Pecatur
> andalan ini. Bagaimana tidak, ucapan nya sangat
> sederhana, yaitu:"Saya suka Pak SBY karena dia
> gagah" dan Farid juga mengatakan:"Saya ingin
> membantu orang tua". Tidak ada hal-hal yang muluk,
> ucapan-ucapan nya yang sangat sederhana dan polos,
> membuat hati ini "trenyuh" rasanya. 
>   Farid juga berjanji untuk memenangkan lebih banyak
> turnamen di Eropa dimusim panas nanti.
>   Selamat dan semoga berhasil di Turnamne Eropa
> mendatang.
>    
>   Masruri juga digambarkan sebagai anak yang amat
> sederhana, hampir ditolak protokol Istana gara-gara
> memakai sandal jepit. Tidak adakah sponsor yang mau
> memberikan hadiah berupa sepatu? Atau baju yang
> pantas untuk menghadap Presiden dan Wakil Presiden?
>   Aduh....di Indonesia ini para pembawa nama bangsa,
> dan pengharum negara Indonesia, sering malah
> terlupakan.
>   May God always be with you.
>    
>   Salam,
>   Yuli

Kirim email ke