pak rzain,

1. pernyataan sampeyan yg nomer 1 itu lucu (hehehee.... ketawa dulu). jelas 
banjir di jakarta terjadi karena hujan lebat. kalau bukan karena hujan lebat 
kenapa jakarta tidak banjir setiap hari. definisi hujan lebat itu apa to pak? 
coba sampeyan tanya ke BMG. curah hujan 100mm perhari itu disebut hujan lebat 
apa bukan? kalau orang BMG menjawab bukan, maka saya usulkan ke kepala BMG 
(dulu atasan sekaligus kawan saya) agar itu orang dipecat saja hehehee......  
saya juga sudah katakan bahwa daya dukung permukaan di jakarta itu sangat 
lemah. akibat rendahnya daya serap permukaan, terlalu sedikitnya volume sungai, 
padatnya pemukiman, dll. tapi itu kan faktor yg bisa dihitung. dg kondisi 
seperti sekarang ini maka berapa ambang batas kemampuannya untuk menyerap curah 
hujah. gampangnya, dg curah hujan (intensitas, sebaran, dan volume) berapa 
jakarta masih mampu bertahan dari serangan banjir. jadi sebaiknya tidak 
berasumsi pada kondisi idealnya, tetapi pada kondisi realnya. bahwa
 mestinya jakarta harus punya saluran yg memadai, itu betul. lho.... kok malah 
melenceng ke permaslahan banjir jakarta. padahal awalnya kan saya menyatakan 
bahwa kejadian banjir jakarta tidak pernah diprediksi oleh CNN. okelah kita 
tidak memakai istilah banjir. tetapi memang CNN juga tidak pernah memprediksi 
akan terjadi hujan lebat (apalagi hingga lebih dari 100mm perhari) di wilayah 
jabotabek. foto satelit awan tidak pernah menunjukkan adanya gugus awan 
berskala besar yang ada di sekitar jabotabek bbrp hari bahkan bbrp jam sebelum 
terjadinya hujan lebat. bahkan seorang teman yg yakin karena jam 2 sore masih 
melihat foto satelit awan tidak menunjukkan adanya awan besar di jabotabek, 
maka dia tenang2 sja ketika hujan turun setelah pulang kantor. justru akhirnya 
rumahnya tenggelam. 

2. justru karena seperti yg saya katakan bahwa TMC ini tidak mengganggu daerah 
lain, maka sampai saat ini adalah hal yg mustahil untuk menarik awan dari 
banglades ke Indonesia.

3. kenapa UEA ga ke amrik? karena sudah ada kerjasama antara indonesia dan 
amrik, bahwa proyek2 TMC di wilayah asia akan ditangani oleh indonesia. Nemani? 
wah maap pak, bukankah sampeyan yg pernah kerja di travel lebih cocok untuk 
tugas ini? heheee


----- Original Message ----
From: rzain <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 4, 2007 6:40:30 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Hujan buatan lagi

pak Tri,
1. Bagi kami banjir Jakarta bukan disebabkan hujan lebat, sudah 
ribuan tahun hujan seperti itu terjadi dan akan terjadi. Kami 
mengatakan sungai di Jakarta makin kecil karena hunian liar padahal 
sebaliknya sungai harus diperbesar karena watershed makin gundul dan 
terbangun.

2. Jangankan UEA saya juga pernah usul ke YM Baginda, dari pada awan 
Indon yang dipanen pada hal akan turun juga sebagai hujan sesuai 
takdirNYA bagaimana kalau bulan Agus Sept awan di Bangladesh yang 
menyebabkan banjir dipanen untuk diturunkan sebagai hujan di Indon 
yang sedang lagi kering2nya, orang Bangla akan beri gratis tu awan. 
Orang UEA juga berkehendak agar hujan jatuh di atas ladang 
pertaniannya dari pada jatuh di padang pasir sebagai laskar tidak 
berguna. Di Indon kan lain, bukan hanya orang Purwakarta butuh hujan 
orang Cirebon juga perlu

3. Waktu saya bertugas di Solo rasanya merangkap sebagai Travel 
Biro, tiap week end ada saja tamu dari Pusat, katanya meninjau 
padahal tujuannya plesir ke Silir, orang UEA juga begitu kale 
alasannya ninjau TMC ( kok ga ke Amrik?) padahal maunya mimpi ke 
Puncak. Ini yang namanya ayak2 wae, Nemani ga?

--- In Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com, Tri Handoko Seto 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pak rzain, 
> 
> 1. memang betul bahwa banjir tidak hanya ditentukan oleh besarnya 
curah hujan tetapi juga daya dukung permukaan. tetapi daya dukung 
permukaan kan tidak bisa berubah2 dg cepat dalam hitungan menit, 
jam, atau hari. sedangkana besarnya curah hujan itu sangat variatif. 
jadi kalau saat ini kita harus memprediksikan banjir yg mungkin 
terjadi dalam bbrp minggu ke depan, maka daya dukung permukaan bisa 
dianggap konstan. jadi apa faktor penentunya? ya curah hujan. data 
memperlihatkan bahwa banjir2 besar di jakarta selalu diakibatkan 
oleh memang sangat tinggi. banjir bulan februari kemaren juga 
disebabkan oleh curah hujan yg sangat tinggi. lebih dari 100mm 
average. 
> 
> 2. silakan saja pak. tidak ada yg melarang kok. 
> 
> 3. lha saya cuma menirukan orang2 di republik mimpi, boleh saja to 
pak? Iran boleh saja punya irigasi yg bagus. kita seharusnya juga 
punya. jadi begini saja pak. saya sbg orang TMC ya terus berusaha 
meningkatkan kemampuan TMC indonesia. bapak sbg orang pengairan 
silakan meningkatkan irigasi di indonesia. mari berlomba2 demi 
kebaikan. saya akan sangat senang jika pada akhirnya TMC tidak 
diperlukan di Indonesia karena memang sistem irigasi kita sudah 
sangat bagus. bagaimana pak? o iya, bbrp minggu yg lalu, bbrp orang 
utusan pemerintah UEA datang ke kantor meminta kami untuk melakukan 
kajian kelayakan TMC diterapkan di timur tengah. 
> 
> mestinya pemerintah UEA kan bisa meniru iran dlm meningkatkan 
irigasi ya... kok malah jauh2 datang ke indonesia untuk bertanya 
TMC. ayak ayak wae..... kata Jarwo Kuwat.




       
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke