http://bipnewsroom.info/index.php?_language=Indonesia&_mainNo=11&_subNo=&_insideSubNo=&newsid=21460&_link=loadnews.php
*ISU GEMPA/TSUNAMI 7 JUNI 2007 TIDAK BENAR
*
Jakarta, 1/6/2007 (Kominfo-Newsroom) - Kepala BMG Pusat, Sri Woro
B. Harijono Msc menegaskan, informasi tentang akan terjadinya gempa bumi
yang kemungkinan diikuti tsunami di wilayah Indonesia pada 7 Juni, yang
dilansir dengan mengatas-namakan kantor berita dunia CNN, adalah tidak
benar.
Penegasan ini disampaikan Kepala BMG di Jakarta, Jumat
(1/6) terkait dengan isu/berita yang kabarnya dilansir kantor berita CNN 18
Mei 2007 yang menginformasikan sedang terjadinya pergerakan lempeng bumi di
Australia ke utara menuju Asia.
Menurut berita itu, pergerakan lempeng bumi tersebut diperkirakan
bisa bertabrakan dengan lempeng bumi di selatan Pulau Jawa, 11 hari setelah
gempa Jogyakarta atau pada 7 Juni 2007.
Menanggapi informasi dan prediksi tersebut, Kepala BMG
menjelaskan, sampai saat ini belum ada peralatan dan teknologi apapun yang
dapat diaplikasikan oleh sesuatu negara, bahkan Jepang dan Amerika Serikat
sekalipun, yang dapat memprediksi akan terjadinya gempa.
Sri Woro menjelaskan, untuk tsunami baru bisa
diperhitungkan setelah terjadi suatu gempa bumi dengan batasan kekuatan
gempa 6.6 skala Richter, lokasinya di laut dengan kedalaman kurang dari 70
kilometer dan bentuk patahannya vertikal.
Dia mengatakan, jika benar CNN melansir berita tentang gempa
bumi/tsunami maka sumbernya seharusnya adalah Pasific Tsunami Warning
Center/PTWC di Hawaii dan Badan Metereologi Jepang (JMA). Kedua instansi
tersebut mempunyai hubungan online dengan BMG, sehingga semua kejadian gempa
yang tercatat oleh mereka selalu disampaikan kepada BMG di Jakarta, setiap
saat (realtime).
"Sampai saat ini BMG tidak menerima berita tersebut dari PTWC
maupun JMA," tegas Sri Woro.
Dia berpendapat, isu itu sengaja disampaikan dengan
mengatas-namakan CNN agar lebih diyakini masyarakat.
Bantahan Kepala BMG atas berita akan terjadinya gempa bumi dahsyat
yang kemungkinan diikuti tsunami, diperkuat oleh DR. Dwikorita Karnawati,
ahli geologi dari Universitas Gajah Mada dan Kepala Bidang Informasi Gempa
Pusat Gempa Nasional, Budi Waluyo, yang menyatakan bahwa informasi itu
adalah bohong belaka karena tidak mungkin memprediksi bencana alam
ini seakurat itu.
Sebelumnya nama CNN juga pernah dicatut orang tidak
bertanggung-jawab untuk menyebarkan isu akan adanya gempa besar di Jakarta,
tidak lama setelah tsunami Aceh. Isu itu ternyata tidak benar dan CNN
membantah telah membuat berita tersebut. (T. id/toeb)
--
tabik,
dimas aditya nugraha
081808152410