ya tergantung dari beberapa hal pak
dg asumsi bahwa kecepatan awal: 
1. peluru bisa diidentifikasi, 
2, jarak antara penembak, bidang pentul, dan korban juga bisa diidentifikasi, 

maka berapa kecepatan pentul peluru masih tergantung pada 2 faktor:

1. yang memantulkan peluru tersebut apa. kalau yang memantulkan adalah sebuah 
benda yg sangat keras sempurna, tentu saja pantulannya masih berkecepatan 
tinggi. 
2. sudut pantulnya. semakin kecil sudut antara datangnya peluru dg bidang 
pentul (dari 0 sampai 90 derajat) tentu saja makin besar kecepatan pantul 
peluru. 

kedua faktor tersebut terhubung dg logika DAN. artinya jika salah satu 
melemahkan maka resultannya akan ikut melemah. dari kenyataan di lapangan, maka 
yg paling mungkin adalah:
1. sudut pantul yg paling masuk akal adalah sekitar 30 derajat. 
2. koondisi tanah (menurut berita di TV) bukan batuan melainkan benar2 tanah. 
ini akan memperkecil kecepatan peluru. 

dg sudut pantul 30 derajat dan bidang pantul tanah, maka tidak mungkin peluru 
bisa menembus kepala korban. bahkan jika bidang pantulnya jalan beraspal 
sekalipun, kecepatan peluru tidak akan seperti itu. 

saya kok meragukan keterangan sang panglima di TV. 


----- Original Message ----
From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 4, 2007 2:51:29 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Teori Peluru Pantul : IQ Jongkok Dan Tuna 
Nurani

Sebenarnya dalam wawancara TV , Panglima AL bilang menanggapi yang 
nggakpercaya bhw peluru pantul bisa membunuh, jela s mengatakan.. peluru 
pantul itu bisa sama mematikannya dengan peluru yg ditembakkan langsung..

Jadi... dia tahu itu bahaya.. dan tentunya tentara lain juga tahu..

Lalu... yaitu ... sudah tahu .. masih melakukan juga... kan namanya... 
pembunuh rakyat kalau bukan IQ jongkok.

Salam

Haniwar

Kirim email ke