Bank Mandiri sebagai salah satu Bank yang besar ternyata banyak sekali
kelemahannya. masalah CCTV di ATM juga adalah celah yang seharusnya tidak
terjadi bila Bank Mandiri berniat memberikan keamanan bagi nasabahnya.

Teman saya pun ada yang punya pengalaman buruk dengan Bank Mandiri. Ibu dari
teman saya ini membuka tabungan di Bank Mandiri yang ditujukan untuk biaya
pernikahan kakak teman saya. Jadi sejak rekening tersebut dibuka, kartu ATM
tidak pernah dipergunakan, karena memang tidak pernah menarik uang dari
rekening tersebut.
Salahnya memang ada sedikit kelengahan dimana buku tabungan jarang sekali di
print, karena kepercayaan bahwa Bank itu aman.
Pada saat sudah dekat waktu kakak teman saya akan menikah, maka mereka
bermaksud untuk mengambil uang dari rekening tersebut. Karena jumlah
pengambilan cukup besar, maka pengambilan dilakukan di Teller, dengan
membawa buku tabungan. Saat itulah baru disadari ternyata uang yang ada di
rekening berkurang sangat banyak. Dan saat diperiksa history transaksinya,
banyak terjadi penarikan melalui ATM di kota-kota luar Jakarta. Sedangkan
ibu teman saya yang memegang kartu ATM tidak pernah meninggalkan kota
Jakarta.

Dan pihak Bank Mandiri sama sekali tidak menunjukkan perasaan bersalah, dan
bersikukuh itu adalah penarikan yang dilakukan oleh nasalah. Dan hebatnya
lagi, semua penarikan tersebut dilakukan di ATM Bank Mandiri yang tidak
dilengkapi dengan kamera CCTV.

Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin kartu ATM yang tidak pernah dipakai
itu ternyata seakan-akan bisa ada copy nya ? Dan bagaimana mereka bisa tahu
nomor PIN kartu tersebut ?
karena, hingga pada hari dimana penarikan akan dilakukan di teller, kartu
ATM tersebut masih berada di dompet ibu teman saya ini.

Dan dari beberapa milis yang saya ikuti, tampaknya kejadian tersebut bukan
cuma terjadi pada satu / dua orang nasabah Bank Mandiri saja.

Bila ada pihak terkait dengan perbankan, mohon hal ini diperhatikan.
Bukankah saat ini Bank Mandiri termasuk salah satu Bank yang dikelola
pemerintah ? Apakah memang semua perusahaan yang dikelola pemerintah itu
tidak ada yang beres ?
lalu bagaimana dengan BI ? apakah juga banyak celahnya ?


Regards,
Paulus T.


On 6/26/07, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kita harus tahu dan ingat no Call Center yang Asli.
>
> AH
>
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/26/opini/3627711.htm
> ====================
> Dari surat pembaca Kompas.
>
> Oleh Tamara
> Jalan Malaka Merah, Duren Sawit, Jakarta Timur
>
>
> Saya berniat menarik uang lewat ATM Mandiri RS Islam Pondok Kopi,
> Jakarta Timur, tanggal 26 April, dengan memilih penarikan jumlah Rp
> 300.000. Setelah beberapa saat di monitor ATM tertulis "Maaf,
> transaksi tidak dapat diproses". Seharusnya kartu ATM keluar, namun
> kartu tidak keluar dan uang yang akan saya tarik juga tidak keluar.
> Saya kemudian telepon call center yang tercantum di ATM tersebut
> (92899242).
>
> Dari nomor telepon itu menjawab: "Bank Mandiri selamat siang..." Saya
> sama sekali tidak curiga saat menanyakan nama, nomor rekening, nomor
> kartu, dan nomor PIN. Setelah pulang ke rumah di telepon seluler saya
> terdapat lima pesan masuk yang isinya rekening Mandiri telah didebet 5
> x Rp 1.000.000. Total Rp 5.000.000. Setelah membaca pesan dari >small
> 2small 0< Banking Mandiri saya langsung telepon Bank Mandiri (14000)
> setelah mencari-cari brosur Bank Mandiri. Petugas memberitahu bahwa
> nomor telepon yang ada di ATM Mandiri palsu.
>
> Uang saya telah dikuras berdasarkan jumlah maksimal pengambilan lewat
> ATM per hari. Saya panik dan langsung mendatangi kantor Bank Mandiri
> tempat saya membuka rekening (KCP Perum Klender, Jaktim). Saya
> diberitahu oleh salah satu customer service bahwa nomor telepon yang
> tertempel di ATM Mandiri RSI Pondok Kopi, Jaktim, itu palsu, dan juga
> dijelaskan bahwa sebenarnya kartu tidak tertelan namun hanya diganjal
> oleh penipunya sehingga seolah-olah kartu tertelan. Dan, saya
> diharapkan untuk menghubungi nomor telepon call center yang terdapat
> di dekat mesin ATM tersebut.
>
> Ketika ditanyakan, apakah bisa dilacak lewat kamera CCTV di ATM
> tersebut atau dilacak lewat transaksi? Petugas customer service itu
> mengatakan, tidak semua ATM Mandiri dilengkapi kamera CCTV. Dan, dalam
> hal ini transaksi diambil tunai bukan lewat transfer sehingga mustahil
> untuk dilacak. Juga diakui bahwa bahwa kejadian seperti itu sudah
> sering terjadi di ATM Mandiri, seperti mesin ATM yang diganjal dan
> penempelan nomor call center palsu.
>
> Namun, mengapa pihak Bank Mandiri tidak melakukan tindakan pengamanan
> ekstra seperti mengontrol mesin-mesin ATM, meletakkan kamera CCTV di
> dalam ruang ATM, dan menempatkan petugas satpam di ATM?
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke