Orang naik sepeda motor pasti tahu resikonya (kalau jatuh pasti langsung
nyungsep), beda dengan orang naik mobil, kalau tabrakan "PALING" (kita
akan bilang PALING) mobil yang penyok atau sopirnya tergencet setir (tapi
kita tidak akan bilang "paling". Tapi pada waktu mereka memutuskan untuk
naik mobil atau motor pasti mereka (atau orang lain) tidak BODOH dan
TOLOL, mereka tahu (mengetahui) resikonya (yang kecil atau yang besar)

Saya tidak bicara PLTN.

salam
edi sartono


> Saya akan mengambil resiko, tapi resiko yang sudah diperhitungkan.
> Calculated risks.
> Resiko yang tidak dipikirkan (seperti yang selalu dikatakan oleh pendukung
> PLTN selama ini dan juga bahkan oleh BATAN dan Ristek, resiko PLTN kecil,
> untuk apa meributkan resiko yang kecil, buat apa menyebarkan ketakutan
> akan
> hal yang belum tentu ) menurut saya ini bukan tindakan berani, tapi BODOH
> dan TOLOL. Walau kecil pun resiko harus diperhitungkan dan mempersiapkan
> diri untuk menghadapinya. Bukan asal ditiadakan.
>
> Pak Muhammad Subekti, Penolak PLTN di sini diam bukan tidak mengerti dan
> atau sudah menerima PLTN. Tapi sudah malas bersilat lidah dengan para
> pendukung PLTN yang ujungnya balik lagi ke argumen awal, sedangkan yang
> mereka (termasuk saya) tanyakan tidak pernah dijawab dengan tuntas.
> Seperti
> sekarang anda muncul dan harus mulai lagi dari awal, (CAPEE DEE).
> Ada baiknya anda membuka dulu file archieve milis FPK dan membaca tuntas
> seluruh diskusi yang berhubungan dengan PLTN.
>
>
>
> Regards,
> Paulus T.

Kirim email ke