Lho? Masih juga ngulang argumen yang sama dan tak tepat sasaran? Berapa kali 
sudah ditegaskan banyak miliser dan diulang-ulang di sini bahwa persoalannya 
bukan pada ada atau tidaknya orang perempuan yang mau pakai XL atau mau 
dihargai Rp. 1,-  Persoalannya berkenaan dengan pencitraan perempuan lewat 
media, termasuk iklan. Ngerti nggak sih arti kata "pencitraan"? Kok malah 
keluarga seketurunan dibawa semua. Mending juga kalo mereka ikut milis FPK dan 
bisa liat gimana cara berpikir si Bapak kebanggaan keluarga ini?
   
  Makanya, baca lagi posting-posting Mariana, Titiana, dll itu dengan betul, 
dan jangan cuma denger apa yang ada dalam benak sendiri doang.
   
  Jangan-jangan Pak Haniwar, Anda ini ngerasa pola pikir Anda pasti benar, 
meski Anda tidak mendalami soal gender.
   
  manneke
  PS: definisi 'miring' bisa dilihat di KBBI. Di Gramedia ada jika belum punya.

Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
kok miring sih pak....

pola pikir miring itu spt apa pak... mohon didefinisikan..

Kira mira bunyinya bgn : siapa yg nggak setuju dgn Mas Manneke.. itu 
miirng...smile...

Pak aku pernah lihat .. perempuan ( asli deh) pakai kaso.. yg persis di 
bagian kedua buah nya .. ada gambaran telapak tangan
nya.. Ini buat sy agak melecehkan.. ehh si perempuan itu santai aja 
makainya ( bukan istriku lhio.. yg nggak pernah mau kaos begituan.. atau 
baju terbuka.. )..

Di keluarga kami... urusan kecil spt kaos XL beginian nggak bakalan di 
ributin.. asal tahu . mungkin krn darah Padangnya , ayah saya (alm) ketika 
beli rumah .. langsung atas nama kakak perempuanku, kata beliau alm. 
beliau lebih percaya adil dan bijaknya a nak perempuan... sepeninggal 
saya nanti..",

anak yg laki nurut, padahal kata Islam .. laki laki berhak dua kali lipat 
atas warisan...Tapi kami percaya kpd perempuan persis petunjuk ayah alm. ( 
dan keputusan ayah itu tepat 100 persen)

Jadi posisi perempuan dirumah kami terlalu tinggi , .. utk bisa mikir 
renah ttg perempaun.. Presiden favoritku .. perempuan lagi... .perempuan 
itu top .. maka nyadiotempatku nggak sempat mikir yg kecil begituan..kalo 
soal a a Gym sih , masih kami diskusikan... . Kakak perempuan ku memang jd 
pengganti orang tua sepeninggal ayah.. dan bukan kakak laki lakiku..., 
memang semua dikeluarga kami sarjana. cuma bedanya yg perempuan itu malah 
Prof.Dr..... , dan nggak pernah deh ngoreksi sdr laki lakinya miring... 
Begitu hebatnya perempuan di keluarga kami , baik kandung maupun ipar , 
maupun anak cucu ..sampai bingung kok iklan XL di ributin spt nggak ada 
kerjaan lain..

Saya bukan ahli iklan, tapi ambil contah di rancangan pedoman iklan 
pangan / Dilarang membuat iklan yg salah, yg menyesatkan yg berlebihan. 
Juga yg bisa diperkirakan menghina .

Jadi nggak boleh bilng ini kecap terbaik.. atau bilang akibat minum 
makanan ini maka kita akan jadi lebih tinggi, atau klaim kesehatan yg 
berlebihan.

Cuma yg menarik berlebihannya sangat berlebihan tidak aakan mungkin terjadi 
maka boleh. Ambil contoh illan yg bayinya bisa terbang.. , atau iklan 
SFanta, yg fantanya bisa jadi cambuk.

Nah iklan Xl tidak menyesatkan, krn memang biaya bicara dgn sesama XL 
memang segitu. Ambil sisi lain, itu merendahkan perempuan. Lha mana ada 
perempuan mau Rp.1 sedetik atau Rp.3.600 sejam.. Jadi andai ada yg mengira 
bhw mau diasosiasikna kesitu , maka yang punya asosiasi itu yg miring, 
semiring kalau dia percaya bayi bisa terbang .. atau fanta bisa jadi cambuk..

Dan .. yakin saya Mas Manneke nggak miring... woing berdirinya maish tegak 
lurus kok..

Soal kursus.. berapa biayanya... pak.. Ongkos Ke Kanada siapa yg tanggung.. 
aku sih soal ilmu mau aja.. lepas dr kita akan sependapat atau tidak.. on 
line imternet aja deh pak..

Pak jangan pikir pola pikir bpk pasti benar walau bapak mendalami soal 
gender...

Salam

Hnaiwar.

Haniwar

Kirim email ke