Terima kasih Bung Rudy dan rekan-rekan FPK,

Seleksinya ketat bo!

Semua proses dengan setia saya ikuti, termasuk
rangkaian tes bagian yang paling akhir: test psikologi
dari jam 8 sampai dengan jam 2 siang di Kampus UI
Selemba. Saya sempat kesal dan hampir balik kanan. Kok
saya masih dites psikologi segala hah?. Dianggap
mengidap penyakit mental disorder ngkali? Tetapi
akhirnya rangkaian akhir yang melelahkan ini saya
selesaikan: I had been following all of the rules
thoroughly. Why? Kendali di dalam pikiranku berkata:
self-control-mawas diri-mawas diri-mawas diri...

Seleksi awal adalah seleksi administrasi kelengkapan
dokumen: Tersisa 48 dari 108 pelamar yang masuk.

Seleksi tahap kedua adalah debat publik. Dua hari
terus-menerus dari jam 8 sampai dengan jam 4 sore,
setiap peserta wajib dengarkan yang lain:  presentasi
47 orang, atau 48 orang termasuk saya. 

Dewan penilai  mewakili organisasi pakar dan LSM yang
ngurusin transportasi. Jangan coba-coba ngibul bo!
Dia-dia orang, ngigaunya saja soal transportasi
ngkali.... he...he.

Nah, tentu ada pertanyaan rekan-rekan FPK bagaimana
saya bisa lolos? Pertama, terlatih di FPK: Jangan
under estimate alias tergoda untuk memperlihatkan diri
lebih hebat dari yang lain.  Kedua, terlatih di FPK:
Jangan tergoda untuk merasa bahwa diri ini akan lebih
bermanfaat dibandingkan dengan yang lain. Ketiga,
terlatih di FPK: saya, anda dan siapa saja wajar-wajar
saja tersingkir dari medan kompetisi dalam berpendapat
jika yang lain ternyata lebih quality.

Betulkah yang terakhir saya katakan? Jelas iya. Salah
satu anggota FPK atau mungkin juga yang lainnya ada
yang menjadi dewan juri bo, dan dia orang bisa jadi
saksi bahwa saya mengatakan di penutup presentasi saya
yang didengarkan oleh semua peserta: "Jika saya
terpilih atau tidak terpilih, maka saya sudah 'senang'
karena telah menyampaikan sumbangan pemikiran saya
yang terbaik untuk warga Jakarta..

Dan, diskusi-diskusi kita mengenai transportasi di FPK
 betul-betul tak kalah dibandingkan suasana  suasana
debat publik lho. 


Sekali lagi terima kasih rekan-rekan FPK, semoga saya
tidak mengecewakan teman-teman FPK.

LM
 

--- rudyanto_nebeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Selamat Pak Lisman, semoga tulisan-tulisan
> Rekan-Rekan FPK bisa 
> diakomodir melalui Pak Lisman di Dewan Transportasi
> Kota. Berhubung 
> saya sendiri warga Tangerang (bukan warga Jakarta),
> saya wakilkan 
> saja usulan jalur HOV (High Occupancy Vehicle) atau
> konsep kolaborasi 
> mobil Komunitas Nebeng dan Busway (mobil Komunitas
> Nebeng sebagai 
> feeder busway) kepada Pak Lisman.
> 
> Semoga masalah kemacetan Jakarta bisa dituntaskan
> saat Pak Lisman 
> berperan di DTK Jakarta. Saya siap berdiskusi untuk
> mencari terobosan 
> dalam menguraikan masalah kemacetan ini.
> 
> Best Regards,
> Rudyanto
> Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng!
> Let's get something done together

Kirim email ke