Semoga nantinya GooglePhone juga terwujud dalam bentuk Hardware.
Semoga!!!

-- 
Salam,

Agus Hamonangan
http://groups.google.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/


Oleh  PEPIH NUGRAHA
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/09/telkom/3979610.htm
===================

Pada akhir tahun 2006 rumor bahwa perusahaan mesin pencari di internet,
Google Inc, akan terjun ke bisnis telepon bergerak atau mobile phone sudah
merebak. Itu gara-gara penulis teknologi informasi Martha McKay membuat
spekulasi ini dan memublikasikannya. BBC dan The Wall Street Journal
kemudian mengutipnya. Digambarkan bahwa perusahaan yang didirikan Larry Page
dan Sergey Brin tahun 1998 ini tengah sibuk membuat satu model ponsel dengan
nama Google's GPhone. Setidak-tidaknya itulah nama yang berkembang saat itu.


Tak pelak lagi, rumor ini membuat gerah produsen ponsel dunia. Sebut saja
nama kondang yang produknya mudah ditemui di pasar dunia dan gerai-gerai
ponsel bekas sekalipun seperti Nokia, Samsung, atau Motorola. Apalagi bagi
para produsen baru yang mulai meluncurkan produknya ke pasar yang memang
masih terbuka dan belum menunjukkan titik jenuh itu, terjunnya raksasa
Google ke bisnis ponsel akan berarti "kiamat" segera tiba.

Kekhawatiran para produsen ponsel beralasan sebab Google yang raksasa di
bisnis internet itu bakal menyikat pasar dengan smartphone-nya yang selama
ini ia sembunyikan. Sementara perusahaan telekomunikasi dunia khawatir bahwa
bisnis mereka akan hancur karena smartphone yang dikembangkan Google tidak
memerlukan lagi pulsa, cukup membawa teknologi VoIP (voice over internet
protocol) ke dalam ponsel. Menghubungi ponsel orang tidak lagi menggunakan
nomor, tetapi cukup dengan account surat elektronik GMail di ponsel. Langkah
yang bakal membuat operator telekomunikasi gulung tikar!

Itu baru spekulasi. Tetapi kemudian media massa lainnya "menggoreng" berita
itu dengan menyebutkan, Google telah mengembangkan 30 prototipe ponsel untuk
segera dilempar ke pasar. Satu dari sekian spekulasi itu menyatakan pula
bahwa apa yang disebut GPhone itu bukanlah hardware dengan bentuk fisik
layaknya ponsel seperti iPhone milik Apple, tetapi lebih merupakan sistem
operasi software telepon open source. Satu spekulasi yang kelak lebih
mendekati kenyataan, di mana siapa pun bisa menciptakan aplikasi apa pun
yang lebih keren, seperti halnya Linux pada piranti lunak komputer.

*Libatkan konsorsium*

Spekulasi bahwa Google akan membuat GPhone sendiri terpatahkan hampir
setahun kemudian setelah Open Handset Alliance (OHA), sebuah konsorsium
berkekuatan 34 perusahaan yang bergerak di bisnis perangkat lunak, perangkat
keras, internet, dan telekomunikasi, meluncurkan Android, Senin (5/11) lalu.
Google adalah satu di antara 34 perusahaan itu. Bukan telepon seluler alias
ponsel dengan label tunggal GPhone yang keluar, tetapi sebuah merek yang
sama sekali tidak membawa-bawa nama Google, yakni Android.

Para pakar dan penikmat teknologi informasi segera bertanya-tanya, apakah
Android ini? Apakah ia berbentuk telepon genggam atau ponsel biasa? Apa
motivasi Google terjun ke bisnis ponsel ini padahal selama ini namanya lekat
dengan bisnis internet?

Android adalah sistem operasi terbuka untuk telepon bergerak berbasis Java
dan sistem operasi Linux yang dikembangkan OHA. Platform sistem operasi
terbuka Android ini diluncurkan 5 November lalu. Semangat konsorsium ini
adalah memajukan standar terbuka bagi peralatan telepon mobil.

Rumor yang dikembangkan McKay bukanlah tanpa dasar sebab pada awal tahun
2005 Google diam-diam telah mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile,
yang kebetulan bernama Android. Software ini dikembangkan oleh Andy Rubin
yang di Google kini diserahi tugas untuk mengembangkan Android sebagai
software telepon bergerak dengan platform open source.

Chairman sekaligus CEO Google Eric Schmidt kepada pers saat peluncuran
Android menyebutkan, keberadaan Android dengan sendirinya menghapuskan rumor
dan spekulasi sebelumnya yang menyebutkan Google akan meluncurkan sendiri
telepon mobilnya. "Pengumuman hari ini lebih ambisius dibanding 'Google
Phone' sendiri, di mana pers telah berspekulasi selama beberapa minggu
terakhir," katanya. Ditambahkan, misi OHA tidak lain membangun platform yang
kuat agar memberi keunggulan pada ribuan model telepon berbeda.

Meski kelahiran Android sudah diumumkan Senin lalu, OHA tetap merahasiakan
fitur maupun spesifikasi apa saja yang dimiliki "bayi" yang disinyalir bakal
menciptakan revolusi bidang telepon bergerak ini. Diperkirakan, 12 November
mendatang warga dunia penikmat TI baru dapat melihat sosok Android.

The Wall Street Journal berspekulasi bahwa OHA mengembangkan Android sebagai
sebuah piranti khusus yang memungkinkan seseorang dapat menayangkan atau
mengunduh foto maupun video cukup di ponsel di mana pun mereka berada selama
tersambung jaringan. Spekulasi lain menyebutkan, Android diciptakan untuk
mengembangkan piranti yang bekerja dalam jaringan 3G dan teknologi GPS.
Semuanya dalam bentuk ponsel.

*Iklan di telapak tangan*

Google adalah satu dari 10 perusahaan software yang tergabung dalam proyek
OHA. Selain perusahaan software yang tergabung dalam OHA, 10 perusahaan
lainnya diambil dari perusahaan semikonduktor seperti Intel dan NVIDIA.
Pabrik handset dipercayakan pada empat perusahaan, yakni LG, HTC, Motorola,
dan Samsung Electronics. Sedangkan operatornya diserahkan antara lain pada
T-Mobile, China Mobile, NTT DoCoMo, dan Telefonica.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan OHA beberapa waktu lalu disebutkan,
tujuan utuma membangun Android adalah untuk memajukan inovasi piranti
telepon bergerak agar konsumen mampu mengeksplorasi kemampuan dan
pengalamannya lebih jauh lagi dibandingkan dengan platform mobile yang
tersedia saat ini. Karena sifatnya yang open source, pengguna memungkinkan
melakukan inovasi dengan menciptakan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan
bersama.

Mengapa Google melirik bisnis yang selama ini dikuasai Nokia atau Samsung?
Tidak lain karena pengguna ponsel saat ini mendekati angka tiga miliar di
seluruh dunia. Saat ini telepon bergerak menjadi lebih personal untuk
keperluan komunikasi dengan kemampuan yang hampir setara dengan PC biasa,
setidak-tidaknya untuk merek-merek tertentu. Yang disasar Google tidak lain
dari perolehan iklan dalam telepon bergerak yang sekarang ini dikuasainya.
Google ingin menancapkan pengaruhnya sekaligus menggali iklan yang maksimal
atas ponsel yang Anda bawa ke mana-mana.

Belanja iklan pada telepon bergerak melonjak tajam menjadi 11,4 miliar
dollar AS di seluruh dunia pada 2011 dari "hanya" 2,17 miliar dollar AS saat
ini, berdasarkan perhitungan Informa Plc, sebuah perusahaan riset yang
berbasis di London, Inggris. Google yang bermarkas di Mountain View,
California, Amerika Serikat, diperkirakan bakal meraih 99 persen iklan
telepon bergerak yang berarti lebih dari 10 miliar dollar AS per tahun, di
mana sebagian besarnya diperoleh dari hasil menjual link teks saja.

Ke depan, Google melihat sumber uang ada di ponsel yang ia percaya akan
semakin memassa dibanding menggunakan PC yang terkoneksi ke internet. Kalau
sebuah ponsel sudah memiliki kemampuan setara dengan PC dalam fitur maupun
kemampuan pemrosesannya, untuk apa membawa laptop atau palmtop? Toh ponsel
lebih praktis lagi sebab piranti ini dapat menghubungkan orang lewat suara,
gambar, maupun video.

Saat ini saja orang bisa mem-posting-kan sesuatu ke situs pribadinya cukup
lewat ponsel di bandara atau bahkan di toilet. Menerima dan mengirim surat
elektronik malah sudah lebih umum lagi. Bahkan membaca berita terkini pun
bisa sambil tiduran. Peluang inilah yang dilirik Google.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke