rekan Haniwar,
cara ini mungkin baik ya,agar bisa membuat petani2 kita bisa mendapatkan 
keuntungan yang wajar.tapi ya itu,mesti para petani beneran yang dagang 
disitu.gimana cara kontrolnya nih? 
para petani ini tentunya juga mesti diberi penyuluhan tata cara berdagang, 
supaya lebih afdol lagi.
salam,
DjS  


----- Original Message ----
From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, 5 January, 2008 7:46:56 PM
Subject: RE: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Cep, hari ini kita tidak usah petik 
tomat, ya...

kalau nggak salah DepTan juga mau meniru cara Thailand.. dimana tiap minggu 
akan di adakan pasar rakyat di tempat tertentu.. tentu di wilayah konsumen 
dimana yg boleh jual ya petaninya langsung..

Jaman sekarang sebenarnya arus info bisa cepat dan murah kok, HP yang 200 
rb aja ada.

Lalu mikir jangan jangka pendek.. , kalau kita perhatikan, durian monthong 
Thailand disini juga kisiran ecerannya antara Rp.7.000 per kg sampai Rp.20.000

yang tentunya tergantunbg musim

Kalau bisa kita mikir pada saat harga terendah enggak rugi... tapi 
kalau naik untung.

Jangan bikin proposal atas dara harga yg tertinggi ..

Yg paling benar sih atas harga rata rata.

Saya sreing baca orang bikin proposal sudah pakai harga tertinggi eh di 
toko eceral lagi.

Kalau anda misla beli daging di supermaket hrg Rp.60.000 , percayalah harga 
belinya supermarket nggak akan lebih dari Rp.48.000

Jadi harus hitung dgn hrg whole sale.. dan lebih gila harega wholsale 
rata rata di tempat petani.

Banyak profesor lho.. yang nggak tahu bhw jarak harga beli supermarket 
dgn hrg jualnya jauh banget. khususnya di bidnag pertanian yg perishable 
alias mudah rusak.

Salam

Haniwar

Kirim email ke