Saya tidak punya urusan dengan program canangan pemerintah Propinsi Sumatera Selatan: Visit Musi 2008 (entah kenapa pulak harus pakai bahasa Inggris padahal sasaran utamanya wisatawan domestik). Namun sebagai seorang yang pernah tinggal di Palembang, punya istri (bahkan mertua) batak kelahiran palembang, dan punya 3(tiga) anak yang semua lahir di palembang, saya telah menganggap Palembang sebagai kampung halaman saya yang kedua, setelah Medan, kota kelahiran saya. Yang terakhir ini malah sudah jarang saya kunjungi. Namun ke Palembang saya malah hampir dua kali sebulan.
Salah satu tempat yang paling kerap saya kunjungi di Palembang, selain rumah mertua saya tentunya, adalah dermaga Pasar 16 Ilir dan jembatan Ampera. Di sinilah saya seringkali nongkrong berjam-jam dengan rasa nyaman dan aman - selain hilir-mudik naik ketek atau perahu kecil - mengabadikan geliat kehidupan rakyat sungai ini. Bagi kawan-kawan yang ingin menghayati dinamika kehidupan Palembang, datanglah ke sini. Foto-foto di link di bawah ini menunjukkan sebagian dari apa yang saya saksikan di sana: http://picasaweb.google.com/rumametmet/SungaiMusiPalembang Selamat menikmatinya. Saya belum berhenti mengambil foto sungai Musi. Rajin-rajinlah melihatnya sebab saban-saban saya menambahnya lagi. Lebih bagus datanglah ke Palembang, dan lihatlah sendiri bagaimana kehidupan pluralistik menggeliat damai di sungai tua ini. Salam Daniel T.A. Harahap http://rumametmet.com
