Pak Arya, Saya kira Kompas tidak kecolongan. Cuma seperti biasanya, untuk hal yang bersifat negatif seperti ini, Kompas menggunakan gaya bahasa "implisit", dan membiarkan pembacanya menyimpulkan sendiri.
Coba kalau kita baca lagi: > Habibie tak menyebutkan siapa dari pihak keluarga Soeharto yang menerima > kedatangannya. Itu adalah gaya khas Kompas untuk melaporkan bahwa tampaknya pihak keluarga Soeharto tidak menerima kedatangannya. :-) salam, budyanto On 16 Jan 2008 at 7:56, Arya Gunawan wrote: > Salah satu berita di halaman muka Kompas edisi Rabu 16 Januari 2008 (hari > ini), adalah tentang kunjungan Habibie dan istri ke RSSP untuk membezoek > Soeharto. Saya kutipkan penggalannya di bawah ini. Di berita itu tercantum > kalimat yang "menggantung": Habibie tak menyebutkan siapa dari pihak > keluarga Soeharto yang menerima kedatangannya. Mengapa Kompas tidak mencoba > memastikannya? Kelihatannya ini remeh-temeh, namun menurut hemat saya publik > perlu tahu bagaimana persisnya, karena ini akan menunjukkan wujud hubungan > Habibie dan Soeharto. Kita tahu, hubungan keduanya tidak mulus lagi tak lama > setelah Soeharto mengundurkan diri. Keingintahuan publik mengenai masalah ini > bisa terjawab di Koran Tempo, juga edisi Rabu ini. Pada halaman A-3, Koran > Tempo > menurunkan berita yang sama, namun selangkah lebih maju karena Koran Tempo > kelihatannya cukup berhasil menerapkan jurnalisme investigatif dalam bentuk > kecil-kecilan. Reporternya mendapatkan narasumber yang tak diungkapkan > jatidirinya. Informasi dari narasumber ini menyiratkan bahwa Habibie seperti > "ditelantarkan" oleh keluarga Soeharto. Ada kalimat di bagian menjelang akhir > berita Koran Tempo tersebut: Sementara itu, anak-anak Soeharto yang berada di > ruang perawatan tak satu pun menemui Habibie dan istrinya. "Bu Ainun (istri > Habibie) berusaha menenangkan Habibie," ujar sumber itu tadi malam. > > Jika kita menganggap informasi Koran Tempo ini benar, berarti Kompas memang > telah tertinggal selangkah. Dalam istilah slang jurnalistik: Kompas > "kecolongan". > > Salam, > Arya Gunawan
