Banyak para politisi yang rame-rame memberikan pendapat tentang Pak Harto (yang 
menghimbau rakyat untuk memaafkan Pak Harto), kemungkinan mereka berharap besar 
jika memberikan simpati, maka pada saat kampanye Pemilu thn 2009 akan dibantu 
financial ataupun fasilitas oleh kel. Soeharto. Itu hanya pendapat saya lo......

  ----- Original Message ----- 
  From: Mula Harahap 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, January 16, 2008 3:00 AM
  Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Amien Rais Yang Lucu


  Dalam memberikan reaksi terhadap saat-saat terakhir
  Suharto, tingkah laku para politisi kita semakin lucu
  saja, dan salah satu politisi yang lucu itu adalah
  Amien Rais. Malam ini (15 Januari 2008) dalam acara
  Today's Dialogue di Metro TV ia mengutarakan
  pendapatnya (yang merupakan perubahan drastis dari
  pendapatnya selama ini) agar bangsa Indonesia sudi
  memaafkan Suharto.

  Bila ditinjau dari aspek tertentu (agama) pendapat
  Amien Rais mungkin benar. Dengan memaafkan Suharto,
  maka kita sebagai bangsa bisa terlepas dari beban
  moral yang selama ini mengganjal kehidupan kita, dan
  Suharto boleh pergi meninggalkan alam fana ini dengan
  tenang. 

  Tapi ketika Amien Rais mengusulkan agar Presiden
  SBY-lah yang mengambil prakarsa--sebagai wakil dari
  bangsa Indonesia--untuk memberikan maaf tersebut, maka
  persoalan tentu tidak bisa hanya ditinjau dari aspek
  agama. Kita juga harus meninjaunya dari aspek hukum
  (tata negara) . 

  Konstitusi kita tidak mengenal konsep "maaf", dan
  konstitusi kita juga tidak mengatur hak Presiden dalam
  memberikan maaf. Yang ada dalam konstitusi adalah
  "grasi", "abolisi", "amnesti" dan "rehabilitasi". Dan
  jangan pula kita lupa, ada prosedur yang harus diikuti
  oleh Presiden dalam menjalankan masing-masing hak
  tersebut.

  Lalu, kalau konsep "maaf" tidak ada dalam konstitusi,
  apa artinya pemberian maaf yang dilakukan oleh
  Presiden SBY dengan mengatas-namakan bangsa itu? Dia
  tidak memberi dampak hukum apa pun terhadap Suharto,
  dan terhadap kita yang ditinggalkannya. 

  Kalau Presiden SBY menghimbau seluruh rakyat agar
  berdoa dan memaafkan Suharto (menurut agama dan
  kepercayaannya masing-masing) itu sih boleh-boleh
  saja. Tapi di hati sebagian rakyat tetap juga akan
  timbul pertanyaan, "Lho, selama ini saya happy-happy
  saja koq dengan kepemimpinan Suharto, mengapa pula
  saya harus memaafkannya? Apa kesalahannya pada saya?" 

  Atau, untuk menghindari kontroversi seperti di atas,
  kita andaikan Presiden SBY berkata, "Bagi yang merasa
  pernah disakiti oleh Suharto saya menghimbau sudilah
  anda memaafkannya...." Tapi hal ini akan lebih
  menimbulkan persoalan. SBY itu Presiden RI atau wakil
  dari keluarga Suharto? (Ucapan seperti ini biasanya
  hanya datang dari keluarga) 

  Dan hal yang membuat pernyataan Amien Rais--dari
  lucu--menjadi konyol, ialah ketika ia mengusulkan agar
  ucapan maaf itu perlu dibisikkan oleh Presiden SBY ke
  telinga Suharto agar ia bisa berangkat menghadap Sang
  Pencipta dengan tenang.

  Lho, kita ini sedang bernegara atau ngapain? Kalau
  Presiden SBY membisikkan kata-kata "maaf" (yang hanya
  mempunyai dampak moral) dalam kapasitasnya sebagai
  pribadi, dan sebagai orang yang pernah mengenal
  Suharto secara pribadi, itu sih boleh-boleh saja. Tapi
  kalau bisikan itu disampaikannya atas nama negara,
  bangsa atau rakyat, itu mengada-ada. Bisikan seperti
  itu memang biasa dilakukan oleh keluarga dekat atau
  sahabat dari seseorang yang sedang menjelang ajal.
  Tapi saya bukan keluarga dekat atau sahabat dari
  Suharto. Saya tak perlu diikut-sertakan oleh SBY dalam
  memberikan maaf. Sebagai seorang rakyat saya bisa
  berdoa secara pribadi di pojok kamar saya dan
  memberikan maaf saya (di hadapan Tuhan) kepada Suharto
  sebagai orang yang pernah menjadi pemimpin saya.

  Mendengar pendapat dan argumen Amien Rais dalam acara
  Today's Dialogue saya jadi ragu akan kwalitasnya
  sebagai negarawan dan sebagai orang yang pernah
  menjabat Ketua MPR. Dan (maaf) kalau saya jadi
  curiga: Jangan-jangan ini hanyalah permainan politik
  (baca: akal-akalan) Amien Rais untuk "menjorokin"
  Presiden SBY agar "belepotan" dan menjadi santapan
  politik yang empuk dalam Pemilu yang akan datang [.]

  Horas,

  Mula Harahap
  http://mulaharahap.wordpress.com

  __________________________________________________________
  Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
  http://www.yahoo.com/r/hs


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke