Amien Rais emang dari dulu nggak punya sikap konsisten.
Yang bagus pernyataan dari Hariman Siregar, "Maafkan gimana? 
darimana wacana maaf ini kok tiba-tiba ada, aneh sekali menurut saya"

ANTON

Penerus Ajaran Bung Karno!


--- In [email protected], Mula Harahap 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dalam memberikan reaksi terhadap saat-saat terakhir
> Suharto, tingkah laku para politisi kita semakin lucu
> saja, dan salah satu politisi yang lucu itu adalah
> Amien Rais. Malam ini (15 Januari 2008) dalam acara
> Today's Dialogue di Metro TV ia mengutarakan
> pendapatnya (yang merupakan perubahan drastis dari
> pendapatnya selama ini) agar bangsa Indonesia sudi
> memaafkan Suharto.
> 
> Bila ditinjau dari aspek tertentu (agama) pendapat
> Amien Rais mungkin benar. Dengan memaafkan Suharto,
> maka kita sebagai bangsa bisa terlepas dari beban
> moral yang selama ini mengganjal kehidupan kita, dan
> Suharto boleh pergi meninggalkan alam fana ini dengan
> tenang. 
> 
> Tapi ketika Amien Rais mengusulkan agar Presiden
> SBY-lah yang mengambil prakarsa--sebagai wakil dari
> bangsa Indonesia--untuk memberikan maaf tersebut, maka
> persoalan tentu tidak bisa hanya ditinjau dari aspek
> agama. Kita juga harus meninjaunya dari aspek hukum
> (tata negara) . 
> 
> Konstitusi kita tidak mengenal konsep "maaf", dan
> konstitusi kita juga tidak mengatur hak Presiden dalam
> memberikan maaf. Yang ada dalam konstitusi adalah
> "grasi", "abolisi", "amnesti" dan "rehabilitasi". Dan
> jangan pula kita lupa, ada prosedur yang harus diikuti
> oleh Presiden dalam menjalankan masing-masing hak
> tersebut.
> 
> Lalu, kalau konsep "maaf" tidak ada dalam konstitusi,
> apa artinya pemberian maaf yang dilakukan oleh
> Presiden SBY dengan mengatas-namakan bangsa itu? Dia
> tidak memberi  dampak hukum apa pun terhadap Suharto,
> dan terhadap kita yang ditinggalkannya. 
> 
> Kalau Presiden SBY menghimbau seluruh rakyat agar
> berdoa dan memaafkan Suharto (menurut agama dan
> kepercayaannya masing-masing) itu sih boleh-boleh
> saja. Tapi di hati sebagian rakyat  tetap juga akan
> timbul pertanyaan, "Lho, selama ini saya happy-happy
> saja koq dengan kepemimpinan Suharto, mengapa pula
> saya harus memaafkannya? Apa kesalahannya pada saya?" 
> 
> Atau, untuk menghindari kontroversi seperti di atas,
> kita andaikan Presiden SBY berkata, "Bagi yang merasa
> pernah disakiti oleh Suharto saya menghimbau sudilah
> anda memaafkannya...." Tapi hal ini akan lebih
> menimbulkan persoalan. SBY itu Presiden RI atau wakil
> dari keluarga Suharto? (Ucapan seperti ini biasanya
> hanya datang dari keluarga)   
> 
> Dan hal yang membuat pernyataan Amien Rais--dari
> lucu--menjadi konyol, ialah ketika ia mengusulkan agar
> ucapan maaf itu perlu dibisikkan oleh Presiden SBY ke
> telinga Suharto agar ia bisa berangkat menghadap Sang
> Pencipta dengan tenang.
> 
> Lho, kita ini sedang bernegara atau ngapain? Kalau
> Presiden SBY membisikkan kata-kata "maaf" (yang hanya
> mempunyai dampak  moral) dalam kapasitasnya sebagai
> pribadi, dan sebagai orang yang pernah mengenal
> Suharto secara pribadi, itu sih boleh-boleh saja. Tapi
> kalau bisikan itu disampaikannya atas nama negara,
> bangsa atau rakyat, itu mengada-ada. Bisikan seperti
> itu memang biasa dilakukan oleh keluarga dekat atau
> sahabat dari seseorang yang sedang menjelang ajal.
> Tapi saya bukan keluarga dekat atau sahabat dari
> Suharto. Saya tak perlu diikut-sertakan oleh SBY dalam
> memberikan maaf. Sebagai seorang rakyat saya bisa
> berdoa secara pribadi di pojok kamar saya dan
> memberikan maaf saya (di hadapan Tuhan) kepada Suharto
> sebagai orang yang pernah menjadi pemimpin saya.
> 
> Mendengar pendapat dan argumen Amien Rais dalam acara
> Today's Dialogue saya jadi ragu akan kwalitasnya
> sebagai negarawan dan sebagai orang yang pernah
> menjabat  Ketua MPR. Dan (maaf)  kalau saya jadi
> curiga: Jangan-jangan ini hanyalah permainan politik
> (baca: akal-akalan) Amien Rais untuk "menjorokin"
> Presiden SBY agar "belepotan" dan menjadi santapan
> politik yang empuk dalam Pemilu yang akan datang [.]
> 
> Horas,
> 
> Mula Harahap
> http://mulaharahap.wordpress.com
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
_____________________________________________________________________
_______________
> Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
> http://www.yahoo.com/r/hs
>


Kirim email ke