Freddi menurut saya tidak seluruhnya benar dan tidak seluruhnya salah. Yang salah nasehatnya kalau anda prokok jangan sekali-kali berhenti. Sekitar tujuh tahun lalu saya mulai berhenti total merokok (tadinya 3 pack Dji Sam Soe) gara-gara takut mati dan ngeri membayangkan anak-anak saya yang masih kecil tiba-tiba tidak punya Ayah dan saya belum bisa meninggalkan warisan yang cukup (sampai sekarang pun warisan sangat terbatas polis Asuransi). Nah saya protes keras karena saya merasa memang lebih sehat dan tidak pernah merasa tergoda untuk merokok kembali. Yang benar tentang manfaat merokok. Ceriteranya demikian: Sewaktu bertugas di Semarang, saya merasa kurang sehat sehingga saya mengarahkan mobil ke RS ST Elisabeth. Dokter Reza langganan keluarga saya memeriksa tekanan darah saya yang sudah dibawah Normal dan sambil geleng kepala bergumam "kok bapak ini tidak meninggal?" Lalu dia bertanya apakah saya minum kopi. Saya mengiakan. Bagaimana dengan Rokok? saya jawab bahwa saya tidak merokok hanya kalau tidur. Oh kalau begitu, Kopi dan rokokitulah yang menyelamatkan bapak...... ada ada saja. Horas Dharma Hutauruk
----- Original Message ----- From: Freddy Sihombing To: [email protected] Sent: Monday, January 21, 2008 12:28 PM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Manfaat merokok - Re: Merokok itu tdk jelek Merokok memang merugikan bagi orang yang merasa dirugikan, tetapi sangat bermanfaat bagi orang yang mengetahui manfaatnya. Apa manfaatnya? Tentulah banyak sekali, seperti yang sudah diuraikan oleh rekan-rekan sebelumnya. Sebagai tambahan saya menceritakan kisah ditengah keluarga kami: Nenek saya selalu mengomel kepada Kakek saya, ketika sang Kakek mulai menghisap Rokok di waktu sore hari. Tetapi Kakek saya selalu menjawab: "Saya sudah merokok mulai dari umur 15 tahun dan saat ini umur saya sudah 82 tahun, dan saya masih sehat. Si Poltak, baru berumur 40 tahun dan tidak merokok, tetapi sekarang sudah mati. Jadi Kenapa kau selalu mengomel kalau aku sedang merokok?" Sebagai tambahan, Kakek saya tersebut memang TIDAK pernah terkena serangan Jantung atau penyakit lainnya yang dianggap sebagai efek dari Rokok. Paling kalau sakit hanya flu biasa. Artinya bahwa beliau merasa bahwa Rokok adalah teman dan sahabat baginya. Memang sebaiknya, antara si Perokok dan yang bukan perokok haruslah saling menghargai dan Jangan Merokok di wilayah yang memang menurut anda tidak PANTAS untuk merokok, seperti di angkutan umum, dekat bayi, dll. Termasuk di rumah pak Imam Budidarmawan Prasodjo, yang katanya disana Dilarang merokok. Saya pernah melakukan konsultasi kepada seorang Dokter (yang kebetulan beliau seorang sahabat saya) tentang bagaimana cara Berhenti Merokok, beliau memberi nasehat sederhana: "Jika anda seorang Perokok, maka Jangan Pernah Berhenti Merokok. Tetapi, Bila anda Bukan Perokok, maka Jangan Pernah memulai Merokok". Salam Freddy S
