*Surat terbuka kader Partai Rakyat Demokratik dan Pengurus DPP Papernas*

* : Xaveria Rienekso H*


 Salam Pembebasan !

Surat terbuka ini menindaklanjuti Surat Keputusan No.
14/KPP-PRD/Pemb/XII/2007 yang dikeluarkan oleh Komite Pimpinan Pusat-Partai
Rakyat Demokratik (KPP PRD) dan SK Nomor: 070/DPP-PAPERNAS/A/I/2008 yang
dikeluarkan oleh DPP Papernas. Surat terbuka ini saya buat karena menjadi
kebutuhan mendasar hak atas demokratisasi karena tidak ada lagi
demokratisasi ataupun "sendem" (sentralisme demokratik) seperti yang selama
ini menjadi satu kunci kemenangan PRD dan atau dengan landasan ini, PRD
memecat kadernya begitupun DPP Papernas, termasuk saya. Tidak ada harapan
yang berlebihan atas surat terbuka yang saya buat ini, namun dengan
demikian, setidaknya semua pihak bisa mengerti dan memahami *landasan KPP
PRD yang dipimpin oleh Agus Jabo Priyono dan Dita Indah Sari dan DPP
Papernas yang dipimpin oleh Agus Jabo Priyono dan Haris Sitorus melakukan
pemecatan terhadap saya sebagai kader PRD dan pengurus DPP Papernas. *

Pemilu 2009 merupakan momentum politik yang menjadi titik tolak untuk
menentukan nasib 200 juta rakyat Indonesia kedepan. Dengan Pemilu 2009
tersebutlah yang menjadi salah satu bagian landasan bagi PRD untuk cita-cita
mensejahterakan rakyat. Untuk itulah PRD mengambil sikap politik untuk
mengintervensi Pemilu 2009. Pemilu 2009 tidak bisa dilewatkan begitu saja
tanpa keterlibatan (intervensi) dari seluruh gerakan demokratik dan rakyat.
Dan bagi PRD, sebagai partai politik memiliki tugas pokok yaitu untuk
memperjuangkan dan membela kepentingan massa pendukungnya dan untuk
memaksimalkan partisipasi rakyat dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.
Oleh karena itulah Pemilu menjadi penting bagi PRD untuk diintervensi
terlebih lagi ditengah situasi krisis ekonomi-politik Indonesia saat ini.
Dimana penjajahan modal asing semakin kuat bercokol di tanah air yang
mengakibatkan tingginya angka pengangguran, kemiskinan, liberaliasai ekonomi
yang berakibat pada hancurnya produk pertanian Indonesia, hancurnya industri
nasional. Pemilulah yang akan memilih wakil-wakil rakyat dalam lembaga
perwakilan atau parlemen, dan merupakan salah satu pranata konstitusional
bagi perubahan hubungan-hubungan kekuasaan. Situasi inilah yang menjadi
landasan bagi PRD bersama dengan organisasi-organisasi massa demokratik
membentuk alat politik baru : *PAPERNAS*. Dengan alat politik baru inilah
PRD dan ormas-ormas demokratik bekerja penuh untuk mengintervensi Pemilu
2009.* *

Namun demikian UU Pemilu dan Partai Politik saat ini tidak mengkehendaki
kehadiran partisipasi politik rakyat. Dalam berbagai pasalnya tidak
mengakomodir kepentingan mayoritas rakyat untuk membangun alat politiknya
sendiri.

Melihat situasi ini, dalam proposal PRD yang ditawarkan di Presidium
Nasional PAPERNAS—yang kemudian disetujui oleh sebagian anggota PAPERNAS,
disetujui oleh sebagian kader PRD, *catatan : draft proposal PRD dibuat oleh
sepihak/sebagian kader PRD saja/tidak melibatkan seluruh partisipasi kader---
*menunjukkan arah politik dalam mengintervensi Pemilu 2009 dengan
taktik *koalisi/merger/fusi
(bergabung/berkoalisi dengan partai politik yang akan lolos menjadi partai
politik peserta Pemilu 2009). *Dan Partai Bintang Reformasi (PBR) merupakan
Parpol yang menjadi rujukan PRD untuk PAPERNAS berkoalisi dalam Pemilu 2009.
Dengan koalisi ini diharapkan PAPERNAS dapat melanjutkan kerja intervensi
Pemilu 2009 yang dimaknai bisa menjadi partai politik peserta Pemilu, bisa
masuk parlemen. Dan mengapa PBR yang menajdi rujukan? *Dalam argumentasi PRD
yang dipimpin oleh Agus JP dan Dita Indah Sari, bahwa PBR merupakan partai
politik yang anti terhadap imperialisme, pro rakyat miskin, dan harapan
besar untuk bisa "memerahkan" PBR menggelanyuti argumentasinya. *

Kehendak sikap politik dan segala argumentasi (lebih pada pembenaran dan
manipulatif yang membenarkan PBR sebagai partai pro rakyat miskin) PRD saat
ini dalam mengintervensi Pemilu 2009, oleh sebagian kader dan Komite
Pimpinan Wilayah PRD dan di Papernas sendiri dinilai tidak sesuai dengan
situasi obyektif dan garis politik PRD dan Papernas yang lahir dari
kesadaran untuk menjadi partai alternatif. Dalam hal ini, *saya sebagai
salah satu kader yang menolak politik koalisi Partai Politik dalam
mengintervensi Pemilu 2009 menilai Pemilu 2009 tidak mencerminkan kedaulatan
rakyat sejati dan tidak akan menghasilan perubahan bagi kesejahteraan dan
kedaulatan rakyat. *Pemilu 2009 hanya alat legitimasi kekuasaan rejim boneka
imperialis. Karena perangkat hukum yang mengiringinya tidak mengakomodir
kepentingan 200 juta rakyat miskin di Indonesia. UU yang melegitimasinya
tidak melibatkan partisipasi rakyat dalam perumusan sampai
pengesahannya. *Jalan
parlementer untuk rakyat miskin bagi perubahan politik telah
ditutup!*Keterlibatan Partai Politik yang ada sekarang, dalam proses
perumusan dan
pengesahanya tidak representatif bagi perjuangan rakyat miskin. Karena dalam
tindakan praktek politiknya tidak ada satupun partai politik di negeri ini
yang benar-benar berjuang bersama rakyat, berpihak kepada kepentingan
rakyat. "Bagaimana sebuah pemilu bisa berjalan dengan demokratis, jika UU
yang mengaturnya tidak demokratis?" "Bagaimana rakyat bisa berpartisipasi
politik penuh dalam pemilu 2009 mendatang jika jauh sebelumnya sudah
dibelenggu haknya?"

Untuk itulah, saya bagian dari kader PRD dan juga pengurus DPP Papernas
menolak politik koalisi PAPERNAS-PBR. Atau mungkin rencana selanjutnya
PAPERNAS akan berkoalisi dengan Partai Politik manapun. *Yang memang garis
politik PRD yang termanifestasikan melalui Papernas saat ini merupakan garis
politik yang sekedar mencari peluang akhirnya mengalami hambatan untuk
berkoalisi dengan PBR dan menemukan PDP sebagai bentuk peluang untuk
berkoalisi meraih kursi di parlemen!* Karena sangat jelas bahwa partai
politik yang ada saat ini hanya melihat rakyat sebagai objek mesin suara
dalam pemilu dan melihat pemilu sebagai arena untuk menyentuh dan
melanggengkan kekuasaan belaka! Dan praktek politik yang dijalankan PBR
serta Parpol yang lainnya selama ini cenderung menjadi alat negara untuk
merepresif rakyat. UU Penanaman Modal yang mengakibatkan liberalisasi
ekonomi negeri ini disahkan oleh Parpol-parpol tersebut. Begitu pula
penggusuran rumah, penggusuran pedagang, represifitas terhadap petani di
beberapa daerah, pembiaran korban kasus lumpur Lapindo, dll tidak pernah
menjadi sentuhan riil parpol-parpol, termasuk PBR (yang dianggap pro rakyat
miskin oleh PRD Agus JP-Dita indah Sari dan Papernas Agus JP dan Haris
Sitorus) untuk mensejahterakan rakyat pendukungnya. *Jadi sangat tidak tepat
jika PRD menegaskan dirinya untuk mendorong alat politik barunya : PAPERNAS
untuk berkoalisi dengan PBR (atau parpol lainnya). *

Bagi saya, PRD yang lahir dari labirin politik yang sekat-sekatnya telah
dibangun dan dijaga oleh rejim militeristik, kami lahir dari kondisi
mampatnya saluran-saluran politik parlementer, PRD lahir dan tumbuh dari
rahim gerakan massa tidak bisa dengan semena-mena menghancurkan kepercayaan
massa rakyat untuk berkuasa, dengan jalan berkoalisi dengan parpol yang
selama ini telah mengebiri kepentingan rakyat itu sendiri. Karena ada satu
situasi yang lebih konkrit dan penting untuk segera dijalankan oleh PRD
yaitu membangun persatuan diantara gerakan demokratik dan bersama-sama
dengan massa rakyat luas untuk membangun *politik alternatif rakyat
miskin *sehingga
rakyat mampu membantu dirinya sendiri, berjuang untuk dirinya sendiri
merebut kekuasaan dari rejim boneka imperialis dalam mengintervensi pemilu,
tanpa berkoalisi dengan parpol-parpol yang nyata-nyata memanipulasi
kesadaran rakyat, menipu rakyat dan menegasikan kepentingan/kebutuhan rakyat
saat ini.

Sampai disini, PRD "memberikan ruang demokrasi" bagi para kadernya untuk
meyakini sikap politik masing-masing : sikap politik koalisi parpol dan
sikap politik alternatif rakyat miskin (menolak koalisi PAPERNAS-PBR). Namun
"ruang demokrasi" tersebut telah benar-benar ditutup oleh pimpinan PRD
sendiri. Proposal PRD dalam Presidium Nasional PAPERNAS tidak lahir dari
seluruh aspirasi kader. Bahwa proses pemecatan saya dari kader dan
keanggotaan PRD tidak melalui mekanisme demokratis seperti yang tercantum
dalam AD/ART dan semangat PRD selama ini. Dan persoalan tidak menjalankan
sentralisme demokratik, melakukan fitnah, menghancurkan organisasi,
memanipulasi, mengintrik seperti yang dituduhkan oleh KPP PRD yang dipimpin
Agus J Priyono dan Dita Indah Sari terhadap saya sungguh tanpa landasan yang
rasional dan bukti kosong (tidak melalui pembuktian/mekanisme yang
seharusnya dijunjung tinggi dalam sebuah organisasi
progresive-revolusioner). Dan menurut saya, pemecatan saya dan kader PRD
yang lainnya, sikap ini lebih menunjukkan bahwa PRD yang dipimpin Agus
JP-Dita Indah Sari benar-benar memanipulasi kesadaran rakyat dengan
propaganda koalisi PAPERNAS-PBR adalah politik alternatif dan solusi
kesejahteraan rakyat!

Namun demikian, saya sangat menyadari betul, karena untuk pikiran-pikiran
saya (dan kawan-kawan yang menjujung tinggi politik alternatif rakyat
miskin) inilah, saya (dan atau kami) telah didakwa semena-mena melakukan
tindakan "subversif" oleh KPP PRD yang dipimpin Agus JP dan Dita Indah Sari.
Jika saja KPP PRD yang dipimpin Agus JP dan Dita Indah Sari tidak hendak
memanipulasi kesadaran massa rakyat dan melihat objektif situasi nasional
sehingga mampu menjalankan politik alternatif untuk memimpin radikalisasi
gerakan massa yang sedang bergerak sporadis dan tidak terpimpin saat ini,
dan kepada mereka ditugaskan untuk mengawasi apa yang dipikirkan oleh lebih
dari 40 juta rakyat miskin, maka bisa dipastikan : mayoritas rakyat miskin
di Indonesia akan terbukti "subversif" seperti kami, seperti rejim mendakwa
PRD pada tahun 1997 yang lalu.

Dan untuk pikiran-pikiran saya yang menolak "koalisi PAPERNAS"/politik
manipulatif ini di dalam partai revolusioner yang menjujung tinggi demokrasi
dan selalu berjuang bersama massa, sungguh ironis karena harus terlebih
dahulu dirampas hak demokrasinya! Sungguh pembunuhan karakter, karena
pikiran-pikiran saya ini harus memperoleh stigma sebagai perusak organisasi!
KPP PRD dan DPP Papernas yang dipimpin oleh para reformis gadungan yang
mengalami kelelahan dalam perjuangannya dan ingin segera masuk dan duduk di
kursi parlemen, tidak pernah memberitahukan perbuatan yang disangkakan
kepada saya dan bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini "mereka" tidak
mengintegrasikan/mengkoordinasikan saya dalam mekanisme koordinasi
organisasi. Yang sesungguhnya itu adalah hak yang harus saya peroleh sebagai
kader partai. Namun tiba-tiba sekehendak hati "mereka" melakukan pemecatan!

Indonesia adalah negeri yang selama ini telah memberi saya hidup dari tanah,
udara dan airnya. Oleh karenanya, saya sangat mencintai dan merasa
memilikinya bersama jutaan rakyat yang dimiskinkan oleh rejim boneka
imperislis saat ini termasuk para embrio agen rejim borjuasi : termasuk
mereka yang hendak dan sedang memanipulasi kesadaran rakyat (PRD/Papernas).
Bersama-sama mereka, saya tidak pernah bosan untuk memperjuangkan apa yang
seharusnya menjadi hak dan kewajiban kami sebagai rakyat. Agar kelak
Indonesia bisa menjadi sepenuhnya milik rakyat. Untuk itulah bagi
saya, *kekuasaan
harus diabdikan untuk dan dari rakyat. Untuk itulah saya memilih politik
alternatif rakyat miskin dan menolak politik PRD yang dipimpin Agus JP dan
Dita Indah Sari dan Papernas yang dipimpin oleh Agus JP-Haris Sitorus untuk
"PAPERNAS berkoalisi DENGAN ATAU TANPA PBR". KARENA POLITIK ALTERNATIF
RAKYAT MISKINLAH YANG SAAT INI DIBUTUHKAN RAKYAT DAN MENJADI KEMENDESAKAN
UNTUK MENGHIMPUN SELURUH KEKUATAN RAKYAT. Bukan "koalisi PAPERNAS" dan bukan
pula Pemilu 2009 yang tidak dapat menjawab persoalan
kemiskinan/pengangguran/kesulitan ekonomi rakyat saat ini. Oleh karenanya,
hari depan negeri ini hanya akan sungguh-sungguh ditentukan oleh rakyatnya,
bukan oleh pemilu ataupun parpol-parpol yang hendak memanipulasi kesadaran
rakyat. *

Pemecatan yang dilakukan oleh PRD dan Papernas terhadap saya dan kawan-kawan
yang lainnya, termasuk pembekuan komite-komite wilayah PRD/Papernas karena
menolak politik oportunis untuk berkoalisi dengan borjuasi, memberikan satu
bukti bahwa :

   1.

   *Bahwa PRD telah meremehkan kemampuan rakyat dan gerakannya untuk
   melakukan pembebasan (radikal) bagi dirinya sendiri dari penjajahan
   imperialisme dan boneka-bonekanya;*
   2.

   *Bahwa PRD telah meremehkan kemampuan rakyat dan gerakannya untuk
   membangun persatuan yang kokoh untuk membebaskan dirinya dari penjajahan
   imperialisme dan boneka-bonekanya;*
   3.

   *Bahwa PRD telah memberikan ilusi (baca: menipu) rakyat, dengan
   menyimpulkan bahwa perlawanan anti imperialisme dan bonekannya di parlemen
   (saat ini) sangat besar peluangnya;*
   4.

   *Bahwa PRD telah menghancurkan politik dan alat perjuangan alternatif
   rakyat, yakni PAPERNAS dan organisasi pendukungnya, dengan meleburkan diri
   kepada partai penindas rakyat, sehingga mempersulit perjuangan rakyat ke
   depannya;*
   5.

   *Bahwa PRD telah menjerumuskan PAPERNAS pada GARIS POLITIK
   PARLEMENTARIS*

Terimakasih. Demikian surat terbuka ini saya sampaikan. Dan kepada Partai
Rakyat Demokratik saya ucapkan banyak terimakasih, karena PRD yang membuat
saya banyak belajar untuk mengerti persoalan mendasar rakyat.

Terimakasih,

-Xaveria (Staff KPP PRD, Bendahara I Dewan Pimpinan Pusat PAPERNAS dan
Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional)-


[Non-text portions of this message have been removed]



=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:

1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke