Di perumahan tempat kami tinggal (disewakan kantor), banyak berdiri rumah-rumah besar dan mewah. Banyak jenderal dan pejabat tinggi tinggal disana dan juga para pengusaha dan profesional. Setiap pagi sepuluhan penghuni (lumayan banyak juga teman dari luar kompleks yang gabung) melakukan olahraga jalan pagi sambil sekali-sekali melemparkan Joke segar. Yang selalu saya tekankan apabila menyangkut harta adalah bahwa mereka sudah bekerja keras untuk itu seumur hidup mereka (termasuk waktu kuliah tentu). Kalau kemewahan itu diwariskan (karena banyak juga penghuninya usia 30-an) maka tentu para orangtua merekalah yang sudah bekerja keras untuk anak-cucunya. Istri saya yang sering ikut jalan pagi tentu akan mencibir dan memotong, "Kamu kerja keras tapi tak bisa berikan aku rumah besar????????" Horas Dharma HUtauruk ----- Original Message ----- From: prabowo bobbie To: [email protected] Sent: Tuesday, February 12, 2008 9:14 PM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Punya rumah besar khan gak mesti korupsi
Mbak Mia, Jelas susah untuk membuktikan dia korup atau tidak kalau sedang menjabat. Cuman kalau dipikir secara 'nalar' dengan gaji seorang pejabat jenderal/presiden berapa sebulannya ? Mampu tidak dia membeli sesuatu yang 'segede bagong' kata Pak Anton. (Hehehe.... 'sak ho-hah' ya Pak ? pasti gede banget itu yang di Cikeas) Waktu juga nanti yang akan menjawab mbak, seperti kata sampean. Dan rejeki orang beda2, tapi...kalau sekarang 'tebang-pilih' pasti nantinya juga akan 'ketebang dan kepilih'. Merdeka, Kastubie.
