walah. jadi berita.

----------------
Aryo Satyo Ramadhani



YM                : funkynektaria
Blog               : ramagoo.blogspot.com
friendster        : www.friendster.com/funknroll
facebook        : www.facebook.com/profile.php?id=744813674


http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.22330250&channel=1&mn=53&idx=\
71


JAKARTA, JUMAT - Riset mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Nuklir (PLTN) di Indonesia tidak akan dihentikan. Hal tersebut
disampaikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman,
pada pertemuan milis Forum Pembaca Kompas di Gedung BPPT, Jakarta,
Jumat (29/2).

Menurutnya, pembangunan PLTN diamanatkan undang-undang. Ia mengatakan
dalam undang-undang mengenai rencana jangka panjang nasional, PLTN
menjadi salah satu sumber energi yang harus sudah tersedia sejak tahun
2015.

"Pemerintah punya kewajiban meneruskan amanat undang-undang tersebut,
kalau tidak, bisa di-impeach. Kalau memang PLTN bukan pilihan, kita
harus amandemen dulu undang-undang itu," lanjut Kusmayanto. Selama
masih diamanatkan undang-undang, riset PLTN jalan terus. Sejauh ini,
Batan Tenaga Atom Nasional (BATAN), yang ditunjuk sebagai pengembang
teknologi, sudah berhasil mengoperasikan pembangkit tenaga nuklir,
meskipun hanya skala kecil 5 megawatt.

Pihaknya akan tetap fokus ke PLTN dan terus mengkaji dampak positif
dan negatifnya dari perspektif teknologi, sosial, dan ekonomi. Hasil
kajian ini yang akan dibawa kepada pemerintah dan DPR untuk memutuskan
meneruskan pembangunan atau tidak.

"Pro kontra mengenai PLTN itu biasa. Justru ini ongkos pembelajaran
publik yang paling murah," ujar Kusmayanto. Ia menyayangkan jika
kajian mengenai PLTN berhenti hanya karena kepentingan politik. Di
lain pihak, ia ingin tema teknologi seperti PLTN menjadi pembicaraan
utama di panggung politik. "Saya ingin iptek seksi di politik," ujarnya.

Milis pembaca Kompas di [email protected] menjadi
salah satu wadah tempat berinteraksi dan bertukap pikiran. Milis yang
lahir secara mandiri oleh komunitas pembaca Harian Kompas dan
dimoderatori Agus Hamonangan ini sudah diikuti lebih dari 3000 anggota
yang berasal dari berbagai latar belakang.(WAH)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke